SPESIAL: Rapor Pemain Juventus Di Euro 2012

Pada Euro 2012 Juventus melanjutkan tradisi sebagai penyumbang personel terbanyak untuk timnas Italia, meski tak punya kontingen di negara lain dalam ajang internasional terbesar Benua Eropa yang baru rampung digelar itu.

Tercatat tujuh punggawa I Bianconeri dipanggil pelatih Cesare Prandelli ke dalam skuat final menuju Polandia-Ukraina: Gianluigi Buffon, Giorgio Chiellini, Andrea Barzagli, Leonardo Bonucci, Andrea Pirlo, Claudio Marchisio, serta Emanuele Giaccherini, yang sebelum turnamen sama sekali belum pernah berseragam Gli Azzurri.

Jumlah ini bahkan bertambah satu lagi di tengah kejuaraan. Sebastian Giovinco kembali menjadi pemain Juve sepenuhnya setelah pada musim lalu ia memperkuat Parma, yang sempat membeli separuh hak kepemilikannya.

Tanpa bermaksud mengecilkan arti pemain lain, ada tiga figur dari klub perebut scudetto 2011/12 itu yang menunjukkan stabilitas performa nyaris di sepanjang turnamen dan berperan besar mengantar Italia melaju hingga final walau akhirnya gagal mencegah Spanyol mempertahankan gelar. Siapa saja mereka?

GIANLUIGI BUFFON | ITALIA


STATISTIK BUFFON DI EURO 2012

JUMLAH PENAMPILAN:
JUMLAH MENIT BERMAIN:
PENYELAMATAN:
CLEAN SHEET:
6
570
21
2

 RATA-RATA RAPOR PEMAIN
2,75 Selalu sigap mengantisipasi sederet ancaman yang menuju arah gawangnya, meski catatan apiknya harus tercoreng di final.

Di usia 34 tahun, pemegang rekor transfer termahal untuk penjaga gawang ini membuktikan label sebagai salah satu portiere terbaik dunia masih pantas melekat pada dirinya.

Selain barisan pertahanan solid, penampilan prima Buffon di bawah mistar memastikan Gli Azzurri, yang berani bermain ofensif sejak dipegang Prandelli, hanya kecolongan tiga gol dalam lima pertandingan sampai semi-final.

Heroisme sang kapten terutama terlihat jelas kala meladeni Inggris di fase delapan besar. Upaya The Three Lions untuk mencuri gol cepat di awal laga dimentahkan oleh refleks Buffon menangkal peluang emas Glen Johnson.

Seperti diketahui, Inggris kemudian memilih bertahan total di kelanjutan laga sehingga perpanjangan waktu dan adu penalti akhirnya digelar.

Di babak tos-tosan, Buffon menahan sepakan Ashley Cole sebelum membisikkan saran kepada Alessandro Diamanti selaku algojo terakhir Italia agar mengubah kebiasaannya menembak penalti ke arah tengah. Gli Azzurri pun melenggang,

Dalam partai versus Jerman di semi-final, Buffon juga membantu mengamankan kemenangan 2-1 dengan kesigapannya menghalau sejumlah tembakan lawan yang kebanyakan dilepas dari luar kotak penalti.

Sayang, di duel puncak eks pemain Parma ini harus rela gawangnya dijebol empat pemain Spanyol, lawan yang sempat ditahan imbang Italia 1-1 di fase penyisihan. Bagaimanapun, meski gagal menjadi kampiun, Buffon dan pasukan La Nazionale tetap bisa pulang dengan kepala tegak karena kelolosan mereka ke final sebenarnya sudah melebihi ekspektasi awal.

ANDREA PIRLO | ITALIA


STATISTIK PIRLO DI EURO 2012

JUMLAH PENAMPILAN:
JUMLAH MENIT BERMAIN:
GOL:
ASSIST:
6
570
1
2

 RATA-RATA RAPOR PEMAIN
3,33 Kecuali dalam laga puncak melawan Spanyol, Pirlo konsisten menunjukkan kapasitasnya sebagai pengatur permainan kelas wahid.

Setelah menjadi aktor penting dalam raihan scudetto musim lalu, Pirlo melanjutkan performa impresifnya bersama Italia di Polkraina.

Kendati lawan-lawan Gli Azzurri kerap menyebutnya sebagai sosok yang paling wajib diwaspadai di skuat Prandelli, nyatanya saat laga berlangsung mereka kerepotan menghadang kreasi serangan yang dibangun sang metronom.

Tak sedikit momen dari mantan punggawa AC Milan ini yang mengundang kekaguman serta pujian.

Kiriman asisst terukurnya kepada Antonio Di Natale untuk membobol gawang Spanyol di partai perdana, gol tendangan bebas cantiknya kontra Kroasia, serta eksekusi ala Panenka dalam adu penalti versus Inggris di perempat-final.

Momen yang disebut terakhir bisa jadi paling banyak dikenang, karena Pirlo justru berani melakukan itu saat Italia tengah tertinggal di babak tos-tosan tersebut.

Seperti sebuah ujaran terkenal dalam bahasa Inggris, no guts no glory, aksi berani nan berkelas dari Pirlo itu berperan vital mengantar Italia membalikan keadaan dan melaju ke semi-final.

Di empat besar, kendati Mario Balotelli memborong dwigol, UEFA menilai kontribusi Pirlo dalam kemenangan 2-1 atas Jerman lebih dominan. Gelandang 32 tahun itu dinobatkan sebagai man of the match, yang ketiga setelah sebelumnya ia mendapatkan anugerah serupa kontra Kroasia dan Inggris.

Berkat rangkaian penampilan memukaunya itu, banyak kalangan menganggap Pirlo layak dinominasikan meraih Ballon d'Or tahun ini, terutama bila ia mampu membawa Italia juara. Pirlo pada akhirnya memang gagal dan harus mengakui keunggulan Spanyol, tapi, seperti kata Andres Iniesta, Pirlo tak membutuhkan Ballon d'Or karena ia telah secara nyata membuktikan kualitasnya.

CLAUDIO MARCHISIO | ITALIA


STATISTIK MARCHISIO DI EURO 2012

JUMLAH PENAMPILAN:
JUMLAH MENIT BERMAIN:
GOL:
ASSIST:
6
570
0
0

 RATA-RATA RAPOR PEMAIN
2,5 Seperti bersama Juve, Marchisio pun tampil prima di lini tengah Italia. Sayang, ia agak kurang dari segi penyelesaian akhir di Euro 2012.

Usai kampanye yang mengecewakan di turnamen internasional pertamanya, Piala Dunia 2010, Marchisio kini menjadi salah satu figur tak tergantikan di centrocampo Italia.

Seperti Pirlo, gelandang yang dijuluki Capitan Futuro alias Kapten Masa Depan oleh Juventini itu selalu turun penuh dalam enam laga yang dilakoni La Nazionale.

Wajar pelatih Prandelli menaruh kepercayaan tinggi padanya. Marchisio selalu bekerja keras dan tak pernah lelah berlari.

Selain sering naik membantu serangan, ia juga rajin memberikan perlindungan untuk rekan-rekannya di lini belakang.

Namun, sebagai salah satu topskor Juve di semua ajang musim lalu dengan sepuluh gol -- bersama Alessandro Matri dan Mirko Vucinic, Marchisio mungkin kecewa dengan pemanfaatan peluangnya di Euro 2012.

Ia tak pernah sekali pun mencatatkan nama dalam scoresheet walau sebenarnya punya sederet kans emas, khususnya dalam duel melawan Kroasia di mana ia melepaskan total empat tembakan.

Tapi, rasanya tak ada yang lebih mengecewakan Marchisio dan seluruh personel Italia selain kegagalan tim merebut gelar juara.

Kendati demikian, dengan usia baru 26 tahun, Capitan Futuro tentu masih punya cukup banyak waktu untuk berusaha meraih prestasi tersebut di lain kesempatan.



Ikuti perkembangan terkini Euro 2012 di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Piala Eropa, lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen Euro 2012.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Yahoo! Indonesia di Facebook

Jajak Pendapat

Menurut Anda, berapa lama laga final Liga Champions pada 26 Mei 2013 dinihari waktu Indonesia?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat