Mimpi Akademi Sepak Bola Nusantara yang Redup

Oleh: Aditya

Rencana Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) membangun Akademi Sepak Bola Nusantara masih menghadapi sejumlah kendala berat. Hingga kini kabarnya pun makin redup. Akibatnya sampai sekarang belum diketahui kapan rencana itu bisa diwujudkan.

Menurut rencana awal, PSSI membangun sekolah sepak bola itu di enam provinsi berdasarkan zona wilayah. Untuk realisasinya, program yang semula ingin dibuka pada Juli 2012 itu ingin melibatkan beberapa universitas di enam wilayah tersebut. Namun semuanya batal.

Ketua Umum PSSI Djohar Arifin mengungkapkan kalau keinginan mewujudkan rencana tersebut masih mengalami kendala, terutama pada kualitas pelatih.

“Akademi sepak bola belum berjalan. Kami masih memperbaiki dan terus meng-upgrade kualitas pelatih sesuai dengan kualitas UEFA. Selama tahun 2011-2012 kami masih memperbaiki dan direncanakan pada tahun 2012 ini, pembangunan Akademi Sepak bola akan merata di tiap provinsi,” kata Djohar.

Djohar menambahkan, untuk pembagian usia peserta didik terbuka untuk siswa yang duduk di bangku SMP dan SMA. “Pada tahun 2013 saat ajaran baru dimulai kami akan mencari bibit terbaik pada Akademi Sepak Bola di tiap provinsi. Kami berharap produk hasil binaan Akademi Sepak Bola Nusantara untuk ke depannya mampu diandalkan oleh timnas Indonesia atau pun sepak bola Indonesia,” jelasnya.

Wilayah yang akan menjadi lokasi Akademi Sepak Bola Nusantara seperti pada rencana awal ada di enam provinsi, yaitu Sumatera Barat (Padang), Jawa Barat (Bandung), Kalimantan Timur (Balikpapan), Sulawesi Selatan (Makassar) dan Papua Barat (Manokwari).

Hingga saat ini baru dua kota yang menyatakan siap, yaitu Padang dan Malang.

Dari akademi ini diharapkan lahir pemain-pemain muda bertalenta untuk mengisi tim nasional, sekaligus bermain pada kompetisi dalam negeri. Dengan begitu, pasokan pemain berkualtas bagi klub juga bakal tersedia.

Koordinator Timnas Indonesia, Bob Hippy mengatakan bahwa pembentukan akademi ini juga menjadi program Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) yang berada di bawah pemerintah daerah. Selain itu kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga juga ikut dalam proyek ini.

“Saat ini perkembangan Akademi Sepak Bola masih terbentur pada PPLP itu sendiri,” ujarnya menjelaskan alasan lain terhambatnya program ini.

Ketika disinggung bahwa mandeknya pembangunan Akademi Sepak Bola karena kurangnya dana, Bob menepis. Dia menjelaskan kalau terhambatnya pembangunan sekolah sepak bola itu lantaran PPLP yang kurang maksimal.

“Mandeknya Akademi Sepak bola karena bukan kekurangan dana, melainkan PPLP kurang optimal. Mereka tidak teliti dalam penyeleksian serta adanya kasus pencurian umur, ditambah lagi izin orang tua para peserta. Seperti itulah yang bikin pusing kami,“ urainya.

Lebih lanjut Bob menjelaskan bahwa konsep pembinan yang akan diterapkan oleh akademi ini tidak akan jauh berbeda dengan akademi sepak bola lainnya. ”Konsepnya standar, sama seperti yang lainnya,” jawabnya.

Bob juga mengungkapkan, dalam skenario pembinaan lewat Akademi Sepak Bola Nusantara ini, PSSI pun bakal memakai instruktur asing maupun pelatih untuk ke depannya.

“Timo Scheunemaan (Direktur Pembinaan Pemain Muda PSSI-red) akan memanggil pelatih dari Jerman guna mengisi posisi pelatih di Akademi Sepak Bola nantinya,” papar mantan pemain nasional di tahun 1960-an itu.

Sambil menanti Timo memanggil pelatih, cerita lahirnya akademi ini sepertinya terus meredup.



BACA JUGA:


Galeri Foto Pusat Latihan Timnas Inggris yang Keren dan Lengkap

Arthur Irawan Dinilai Paling Disiplin dan Rajin

PSSI Tak Mau Mengulang Kegagalan Proyek Primavera dan Baretti

Rencana Gita Wirjawan Memajukan Bulutangkis Indonesia

Saatnya Bagi Indonesia Menggenjot Pembinaan Cabang Olahraga Lain Selain Bulutangkis

Cabang Olahraga yang Paling Banyak Menyumbang Medali Olimpiade untuk Indonesia

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Yahoo! Indonesia di Facebook

Jajak Pendapat

Menurut Anda, berapa lama laga final Liga Champions pada 26 Mei 2013 dinihari waktu Indonesia?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat