Paris Saint-Germain akhir-akhir ini menjadi headline melalui pembelian pemain bintang, seperti Ezequiell Lavezzi dari Napoli, Thiago Silva dan Zlatan Ibrahimovic dari AC Milan, sementara itu pembelian Marco Verratti juga tidak menimbulkan sedikit keriuhan di Italia, mengingat ia digadang-gadang menjadi bintang masa depan Azzurri. Verratti disebut sebagai penerus Andrea Pirlo dan dinilai sebagai salah satu pemain muda terbaik yang ada saat ini.
Pada umurnya yang baru 19 tahun, Verratti telah menjadi salah satu pemain kunci yang membantu Pescara promosi ke Serie A, dia juga mampu menembus skuat Italia untuk pertama kalinya.Sekarang ia telah direkrut oleh Carlo Ancelotti, dia telah diberikan kesempatan untuk membuktikan bahwa dia dapat mengambil langkah dari bintang kasta kedua menjadi megabintang di kasta tertinggi.
Jadi apakah euforia itu tidak berlebihan? Menurut Renato Maisani dari Goal.com Italia, potensi Verratti memang sudah tidak dapat diragukan lagi.
"Di Italia sudah ada perbincangan dia akan menjadi pemain besar dalam empat sampai lima tahun ke depan, dan dalam opini saya, dia benar-benar sangat bagus," ujar Maisani.
"Tetap, di kompetisi Serie B, ada rekannya yaitu Ciro Immobile dan Lorenzo Insigne, yang juga memiliki bakat besar, juga sering menjadi sorotan banyak pihak."
| MARCO VERRATTI | PSG, Gelandang, 19 |
![]() |
|
||||||||||||||||
Bagaimanapun juga, menurut Maisani menjuluki Verratti sebagai Pirlo baru adalah hal yang sedikit salah kaprah.
"Dalam hal posisi di atas lapangan, dia dapat dibandingkan dengan Pirlo. Tetapi dalam hal gaya permainan, dia lebih mirip dengan pemain Cili David Pizarro," ujar Maisani.
"Beberapa bahkan membandingkannya dengan Xavi, tetapi dia masih belum memiliki kemampuan yang sama dalam membawa bola ke depan seperti pemain pemain Spanyol tersebut."
Verratti sudah mulai menonjol di Pescara pada musim 2010/11, tetapi dia baru mengunci posisi reguler di musim lalu. Bagaimanapun juga, Maisani tidak meragukan bahwa Verratti akan menjadi pemain besar, meskipun ada beberapa kekhawatiran.
Darah Muda | Verratti menjadi salah satu pemain kunci keberhasilan Pescara meraih promosi
"Secara teknis, Verratti terlalu bagus di Serie B dan meskipun ia masih muda, ia sudah memiliki karakter yang kuat," ujar Maisani."Meskipun demikian, di atas lapangan, dia beberapa kali terlalu keras dalam melakukan tekel dan kerap terancam kartu kuning meskipun sudah mengantongi kartu kuning sebelumnya."
"Juga, posisi terbaiknya adalah di depan lini belakang tetapi dia juga harus disandingkan dengan gelandang yang tangguh."
Sekarang ia telah hijrah ke Ligue 1 Prancis, apa yang dapat dia harapkan di PSG? Robin Bairner dari GOAL.com Prancis menjelaskan perkiraan masa depan Verratti di klub barunya tersebut.
"PSG adalah salah satu klub paling ambisius di Eropa. Dalam beberapa tahun terakhir mereka mendapatkan banyak kekayaan, tetapi sejak Qatar Sports Investments [QSI] mengambil alih klub, mereka telah mengatakan bahwa ambisi tersebut tidak hanya untuk hari ini tetapi masa depan juga. 'Rekrut Lionel Messi baru' kata mereka," ungkap Bairner.
"Dalam diri Verratti, mereka telah mendapatkan bintang masa depan pertama, dan seorang pemain yang dapat dimainkan untuk menambah dimensi permainan klub dalam usia yang muda."
Bagaimana dia masuk ke delam tim dalam waktu dekat, tergantung pada fisiknya. Tetapi pada jangka panjang, dia akan semakin terbiasa dijadikan inti permainan, para pemain di sekitarnya akan bergerak. Setiap tim besar membutuhkan jendral, dan playmaker di daerah dalam seperti Pirlo akan menjadi milik PSG.
"Saya memiliki kesan yang luar biasa dari klub, mereka adalah juara. Ada beberapa pemain di sini yang saya lihat di TV dan saya sangat bangga dapat bermain dengan mereka," ujar Verratti.
"Saya sangat gembira pelatih Carlo Ancelotti memberi kepercayaan kepada saya."
"Saya memberitahu Pescara bahwa PSG adalah pilihan pertama saya. Mereka akan menjadi klub terbesar di dunia."
"Dibandingkan dengan Andrea Pirlo membuat saya tersanjung dan bahagia, dia adalah salah satu gelandang paling kreatif di dunia."
PSG merekrut pemain asal Italia tersebut dengan harapan besar, tetapi ada keraguan bahwa dia akan mendapatkan peran tersebut musim ini.
"Dia muda, dia adalah masa depan Italia dan masa depan PSG. Seperti yang kami katakan sebelumnya, strategi kami juga berbasis pada pemain muda, bukan hanya pemain besar," ujar presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi.
Jika dia dapat menembus tim reguler PSG dengan cepat, di mana pemain Italia Salvatore Sirigu dan Thiago Motta telah menyegel tempatnya, berarti dia telah mengambil langkah selanjutnya untuk mengikuti jejak Pirlo, dengan memberikan PSG kreativitas di lini tengah.
Unduh juga aplikasi GOAL.com secara langsung untuk OS ponsel Anda:
![]() |
Android | ![]() |
Apple |
![]() |
Blackberry | ![]() |
Windows |







