TEMPO.CO, Di antara keempat kontestan semifinal Piala Eropa 2012, hanya Portugal yang belum mampu menjuarai Piala Eropa. Namun apakah karena faktor itu kita pantas meremehkan kekuatan Portugal? Jelas tidak. Di Portugal, ada pemain bintang, seperti Cristiano Ronaldo, Nani, Raul Meirelles, Fabio Coentrao, Pepe, dan Bruno Alves. Mereka sudah pernah menjuarai kompetisi domestik dan kompetisi Eropa di level klub.
Pada laga semifinal malam ini, Portugal akan menantang juara bertahan Spanyol. Laga ini akan berlangsung menarik. Kita tak mungkin mengabaikan rivalitas antara Real Madrid dan Barcelona. Sebab, dalam pertandingan nanti, ada sekitar puluhan pemain dari masing-masing klub yang tampil di Portugal dan Spanyol.
Apalagi Spanyol juga akan berhadapan dengan negara asal pelatih Real Madrid, Jose Mourinho. Sudah jelas Mourinho akan memberikan informasi yang detail kepada Paulo Bento tentang kekuatan dan kekurangan Spanyol.
Faktor pemain, seperti Ronaldo, juga menjadi hal yang menarik dibicarakan. Sebelum mencetak dua gol dalam laga melawan Denmark, penonton sempat mencemooh pemain ini dengan menyebut nama Lionel Messi. Sudah pasti Ronaldo akan terpacu dan berusaha mempermalukan kawan-kawan Lionel Messi di Barcelona, yang mendominasi skuad Spanyol.
Kedua tim memiliki budaya dan filosofi sepak bola menyerang yang indah. Portugal selama ini dianggap sebagai Brasil-nya Eropa. Sedangkan di mata saya saat ini, Spanyol mampu memadukan Jogo Bonito dari Brasil dengan total football dari Belanda secara sempurna.
Portugal dari pertandingan ke pertandingan mampu menunjukkan peningkatan performa. Kemampuan Ronaldo secara individu juga terus meningkat. Hanya, ada persoalan fisik dan psikologis di tim ini.
Dalam laga terakhir melawan Cek, kelihatan sekali bahwa beberapa pemain Portugal mulai mengalami kelelahan pada menit-menit terakhir, sehingga sering terjadi kesalahan passing. Di babak pertama laga itu, tekanan dari lawan juga sempat membuat para pemain Portugal emosi dan cenderung bermain individual.
Padahal malam nanti mereka akan menghadapi Spanyol, yang selalu mengutamakan penguasaan bola sepanjang pertandingan. Spanyol memiliki kelebihan dalam permainan tiki-taka yang diwarnai mobilitas pemainnya, baik dalam menyerang maupun bertahan.
Namun faktor ini juga menjadi sisi lemah Spanyol. Sebab, sering kali tim itu kebobolan ketika menghadapi serangan balik. Dengan permainan total football yang dimainkan Spanyol, pemain belakang, seperti Pique dan Ramos, pun sering maju membantu penyerangan, sehingga memunculkan celah di sektor pertahanan mereka. Padahal Portugal justru sangat mengutamakan penetrasi dari Ronaldo dan Nani, yang unggul dalam hal kecepatan.
Dalam laga ini, Portugal harus mewaspadai serangan sisi kiri Spanyol lewat Andres Iniesta dan Jordi Alba. Tiki-taka Sergio Busquets, Xabi Alonso, dan Xavi Hernandez juga membahayakan. Shooting jarak jauh Alonso dan Xavi juga akan menjadi ancaman bagi kiper Portugal.
Spanyol juga harus mewaspadai serangan balik Portugal. Mereka harus mampu menghindari pelanggaran di dekat kotak penalti karena lawan memiliki Ronaldo, yang mempunyai tendangan yang sangat akurat.
Kalau melihat secara kualitas, saya harus menjagokan Spanyol lolos ke partai final nanti. Dari segi permainan, kolektivitas, dan regenerasi, tim Spanyol adalah panutan dan tim terbaik dalam sepak bola dunia.
*) Jacksen F. Tiago, Pelatih Persipura Jayapura

