Pendapatan Euro 2012 Mengalahkan Euro 2008

Warsawa (AFP/ANTARA) - Euro 2012 di Polandia dan Ukraina terbukti menghasilkan pendapatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, menghasilkan pendapatan lebih dari edisi 2008 di Swiss dan Austria, ungkap pejabat tinggi UEFA, Selasa.


Menjelang pelaksanaan sampai dengan 8 Juni - 1 Juli kejuaraan Eropa menimbulkan kekhawatiran terhadap tarif akomodasi yang tinggi di Ukraina, ditambah masalah transportasi, akan membuat penjualan terpuruk.


Kekhawatiran itu dipicu oleh fakta bahwa pendukung tradisional Inggris hanya membeli setengah dari tiket yang dialokasikan untuk fans club resmi mereka, untuk setiap pertandingan babak penyisihan grup.


Tapi angka akhir menceritakan kisah yang sangat berbeda.


"Kami memiliki 1,44 juta kehadiran, dan kami menjual 100 persen tiket. Itulah pertama kalinya kami benar-benar menjual 100 persen dari tiket," kata Martin Kallen, direktur operasi di badan yang mengatur sepak bola Eropa kepada wartawan, saat berkunjung ke Polandia.


"Jika Anda sedang mencari di mana kita memiliki kehadiran yang paling banyak, adalah di Kiev pada pertandingan Swedia-Inggris, dengan 64.640, dan tentu saja di Polandia di Warsawa, pada laga pembuka, Polandia melawan Yunani, di mana kita memiliki 59.070," kata Kallen.


"Kehadiran rata-rata dari semua pertandingan adalah 46.450, yang lebih tinggi dari Swiss dan Austria, di mana kami memiliki stadion yang lebih kecil," tambahnya.


"Salah satu poin minusnya adalah bahwa kami menjual 100 persen tiket tetapi untuk kehadiran kami memiliki 98,6 persen, sehingga dalam beberapa pertandingan kami bisa melihat ada kursi kosong. Padahal tiket terjual. Tetapi beberapa orang tidak hadir karena alasan tertentu," katanya.


"Tapi itu masih jumlah yang sangat tinggi dan prestasi yang fantastis dari pihak kami dalam penjualan tiket."


Selain pendukung di dalam delapan stadion di Polandia dan Ukraina, total tujuh juta orang menyaksikan pertandingan oleh live link di fanzones negara tuan rumah, naik dari 4,2 juta di Swiss dan Austria.


Euro 2012 ditandai edisi pertama kalinya dari pertunjukan sepak bola empat tahunan berlangsung di bekas negara Tirai Besi, dan Polandia dan Ukraina terganggu oleh keraguan tentang kemampuan mereka menjadi tuan rumah.


Tapi mereka telah memenangkan pujian dari UEFA dan pendukung asing - hampir 2,2 juta orang menyaksikan pertandingan di fanzone Kiev, dan 1,4 juta di Warsawa, misalnya.


"Kami memiliki turnamen yang di luar dugaan. Itu adalah turnamen luar biasa, dan sesuatu yang sangat spesial," kata Kallen.


Kejuaraan Eropa yang juga mesin keuangan UEFA, dengan pendapatan mencapai 1,383 miliar euro (sekitar Rp16,42 triliun) di Euro 2012, naik dari 1,351 miliar euro (sekitar Rp16,04 triliun) di tahun 2008.


Penjualan hak TV, yang secara tradisional merupakan bagian terbesar dari jumlah itu, adalah 815 juta euro (Rp 9,68 triliun), naik dari 780 juta euro (Rp 9,26 triliun).


"Di sisi biaya, kita memiliki sedikit lebih dari tahun 2008, sehingga hasil bersih akan menjadi sedikit kurang, tapi sangat, sangat mirip," kata Kallen, menggarisbawahi bahwa angka final masih dihitung.


Sebanyak 16 tim yang berpartisipasi akan mendapatkan 200 juta euro (sekitar Rp2,38 triliun), sementara 100 juta euro (sekitar Rp1,19 triliun) untuk klub yang pemainnya terlibat, serta 500 juta euro (sekitar Rp5,94 triliun) untuk program ‘HatTrick’ UEFA untuk membangun akar sepak bola di seluruh Eropa.(nm/ml)




PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Yahoo! Indonesia di Facebook

Jajak Pendapat

Siapa pemenang Liga Champions 2013?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat