TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) akan memberikan hadiah bagi pemain terbaik setiap tahun sebesar Rp1 miliar. Rencana pemberian penghargaan bagi pemain terbaik ini disampaikan Ketua Umum PBSI Gita Wirjawan di Jakarta, Selasa, 22 Januari 2013.
Pemberian hadiah itu sebagai upaya memotivasi para pemain agar mencapai prestasi tertinggi. Dengan adanya penghargaan bagi pemain terbaik itu, diharapkan akan terjadi persaingan yang sehat antarpemain guna mencapai prestasi tertinggi dan mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia di dunia.
Gita juga meningkatkan anggaran PBSI dua kali lipat dari anggaran tahun lalu, menjadi sekitar Rp90 miliar. Peningkatan jumlah anggaran itu didukung oleh naiknya pendapatan sponsor individual.
Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan pemain yang jumlahnya mencapai Rp20 miliar. Selain itu, juga untuk pengiriman pemain ke turnamen di luar negeri Rp25 miliar, serta dana pengembangan daerah Rp3,5 miliar. Hal itu diungkapkan Gita seusai rapat pengurus PBSI di Jakarta.
Sebagaimana pernah dinyatakan saat dipilih menjadi ketua umum, Gita berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan atlet. Jumlah dana yang dialokasikan untuk mensejahterakan pemain bisa mencapai Rp30 miliar. "Masing-masing pemain bisa mendapat miliaran rupiah dari sponsor," ujarnya.
Menurut Gita, sistem pemberian dana sponsor secara kolektif, seperti yang diterapkan selama ini, akan dikurangi, sementara sistem sponsor individual akan ditingkatkan. "Ke depan para pemain dapat menerima dana dari sponsor secara langsung," katanya
Gita, yang juga Menteri Perdagangan itu, mengatakan, ke depan yang akan mendapat dana dari sponsor bukan hanya pemain top. "Pemain yang memiliki prospek bagus juga akan mendapatkannya," ucapnya.
Gita menambahkan, ada sekitar 20 sponsor yang sudah didekati. "Sudah banyak sponsor yang mengekspresikan keterbukaan dan keinginan untuk mendukung," kata dia.
Gita menjelaskan, diprioritaskannya kontrak individual ini sama sekali tidak mengurangi honor pemain per bulan. Pemain yang tidak banyak mendapatkan sponsor sebanyak yang lain akan diberi dukungan melalui sponsor kolektif.
Pelatih ganda campuran, Richard Mainaky, menyambut baik gagasan tersebut. Namun, ia mengingatkan para pemain agar tidak berfokus pada hadiah. "Tugas atlet adalah berlatih dan berlatih. Semua itu (sponsor dan hadiah) akan mengikuti," ujarnya.
GADI MAKITAN


















