Napoli Belum Punya Mental Juara

TRIBUNNEWS.COM – Ketika Marek Hamsik melepaskan tendangan lewat kaki kirinya di detik-detik akhir pertandingan melawan Sampdoria dalam pekan ke-25 Serie A akhir pekan lalu, ribuan penonton di Stadion San Paolo pun menahan napas. Sayang sepakan pemain berambut mohawk ini meleset.

Skor pun berakhir imbang 0-0, dan Napoli melepaskan peluang teramat bagus untuk mendekati Juventus. Pasalnya, beberapa jam sebelumnya, tim "Nyonya Tua" tersungkur 0-1 dari AS Roma. Walhasil kini Napoli tetap terpaut empat poin dengan pemegang takhta sementara Serie A tersebut.

Dalam penilaian pengamat sepak bola Italia, Enrico Fedele, kegagalan kubu Partenopei memanfaatkan momentum itu menjadi sinyal bahwa mereka tak punya mentalitas seorang juara.

Fedele yang juga agen dari Paolo Cannavaro ini menyebutkan mental juara memang harus lahir dari proses yang panjang, dan tak dapat diciptakan dengan instant.

"Mereka tidak memiliki mental juara dan anda tidak dapat meraih hal tersebut dengan cepat," kata dirinya kepada Radio Crc. "Untuk meraih Scudetto, Napoli harus memenangkan semua pertandingan, dimulai ketika mereka menghadapi Udinese."

"Sebagai fans saya berharap Napoli meraih gelar Scudetto. Tetapi sebagai seorang professional di dunia sepakbola, saya mengatakan bahwa hal tersebut hanyalah mimpi," katanya.

Menurut Fedele, karena tak adanya faktor mental juara tersebut, maka berada di posisi kedua juga sudah merupakan hasil paling baik bagi Napoli. "Mereka dapat dibilang sukses pada musim ini dan hal tersebut merupakan hal dari proses perkembangan mereka. Mereka harus bisa mengamankan posisi kedua sampai akhir musim," katanya.

Dalam pengamatan pelatih Rusia, Fabio Capello, persaingan scudetto musim ini memang mengerucut hanya pada Juventus, dan Napoli. Mantan pelatih AC Milan, Juventus, dan Roma ini awalnya berharap AS Roma bisa ikut bersaing, terlebih setelah pergantian juru taktik dari Luis Enrique, ke tangan Zdenek Zeman. Namun yang terjadi, tak sesuai harapan dan terakhir, Zeman pun didepak dari kursi panas bench Giallorossi.

"Juventus masih favorit Scudetto. AS Roma pernah saya harapkan pada musim lalu, untuk menjadi salah satu rival berat sang juara bertahan," ungkap Capello kepada LaGazzettadelloSport, awal pekan ini.

Dengan melihat peta persaingan terbaru setelah jeda musim dingin, Capello pesimistis bahwa duo Milan - AC Milan dan Inter Milan, mampu mengejar ketertinggalan mereka. Karna itulah Capello mencoba realistis bahwa hanya Il Partenopei-lah, pesaing terkuat Bianconeri musim ini.

"Juventus masih tim terkuat di Italia, ditambah fakta bahwa AC Milan dan Inter, tak bisa 100 persen kompetitif. Saya menyukai pendekatan permainan mereka, mereka fokus dalam bertahan, tapi masih memainkaan sepakbola yang positif," sambung Capello.

"Penantang serius Juve hanya Napoli dan (pelatih) Walter Mazzarri, melakukan pekerjaan yang hebat. Napoli tetap luar biasa karena masih mampu membuntuti Juve meski kehilangan Ezequiel Lavezzi," ujar mantan pelatih timnas Inggris ini.

Terkait, Gelandang Juventus, Andrea Pirlo bahkan punya impian yang jauh lebih megah. Ia tak hanya ingin mempertahankan gelar juara Serie A tapi juga sekaligus memenangkan Liga Champions musim ini.

Juara Liga Italia ini mengalahkan Celtic 3-0 pada 12 Februari kemarin di putaran pertama Liga Champion, dan putaran kedua akan dimainkan di Juventus Arena pada 6 Maret. "Tujuan kami adalah memenangkan Liga Italia kembali," kata pemain berusia 33 tahun tersebut kepada RAI Sport. "Tetapi Liga Champion juga mimpi kami."Setiap pertandingan merupakan langkah bagi kami untuk mendekati mimpi kami," kata Pirlo.(Tribunnews/den)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Yahoo! Indonesia di Facebook

Jajak Pendapat

Siapa pemenang Liga Champions 2013?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat