Menpora Minta Format Pertandingan Bulu Tangkis Ditinjau Ulang

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA-- Indonesia Kamis meminta penyelenggara Olimpiade untuk meninjau ulang format pertandingan bulu tangkis, setelah dua pemainnya didiskualifikasi karena mempermainkan pertandingan.

Greysia Polii dan temannya Meiliana Jauhari dipulangkan Rabu setelah mencoba mengalahkan diri sendiri pada putaran pertama penyisihan grup, untuk memanipulasi hasil memasuki fase sistem gugur.

"Indonesia selalu menghargai nilai dan semangat Olimpiade serta permainan yang sportif," kata Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia Andi Mallarangeng dalam pernyataannya yang dimuat dalam laman PBSI.
"Kami menghormati keputusan Federasi Bulu Tangkis Dunia, tetapi kami ingin agar sistem kompetisi itu ditinjau ulang," katanya.

BWF juga mendiskualifikasi dua pasang pemain Korea Selatan dan sepasang pemain China, karena dituduh "tidak menerapkan usaha keras untuk memenangi pertandingan." Polii mengatakan Kamis, ia tidak berusaha untuk kalah.

"Bagi saya sebagai pemain, tentu keputusan ini menjatuhkan mental kami dan tidak adil. Kami sudah berusaha bertarung keras. Tapi perjuangan kami sudah finis," kata pemain berusia 24 tahun itu, yang akan merayakan ulang tahunnya minggu depan, seperti tertulis dalam Twitter.

"Tidak masalah apa yang sudah terjadi. Kami sudah melakukan apa yang dapat kami perbuat. Kami tidak pernah ingin jadi pecundang. Kami menginginkan kemenangan dari setiap pertandingan yang kami lakoni," katanya.

"Kami amat menyesal dan minta maaf kepada semua orang. Saya tahu ini amat menyakitkan bagi saya dan teman saya. Kami harus berusaha berbesar hati," katanya.

Jumlah Medali Keseluruhan

Rank Negara Emas Perak Perunggu Total
1 Amerika Serikat 46 29 29 104
2 Cina 38 27 23 88
3 Inggris Raya 29 17 19 65
4 Rusia 24 26 32 82
5 Korea Selatan 13 8 7 28
6 Jerman 11 19 14 44
7 Perancis 11 11 12 34
63 Indonesia 0 1 1 2

Pilihan

Kata-kata Olympic, Olympiad, lingkaran Olympic, Faster Higher Stronger, Citius Altius Fortius dan tanda lainnya yang terkait merupakan milik dari International Olympics Committee, the London Organizing Committee of the Olympic Games and Paralympic Games, atau badan lainnya yang terkait. Situs ini tidak didukung oleh atau terafiliasi dengan badan-badan tersebut di atas.