Ghiboo.com - Ragam beladiri telah merambah Tanah Air, salah satunya adalah Brazilian Jiujitsu.
Kepopuleran beladiri ini di Indonesia dipelopori oleh Deddy Wigraha.
Bagaimana kisahnya? Cek wawancara Majalah Men's Fitness Indonesia dengan pionir beladiri ini
Sebenarnya apa itu Brazilian Jiujitsu dan apa bedanya dengan Jiujitsu?
Brazilian Jiujitsu merupakan pengembangan dari teknik-teknik Japanese Jiujitsu, di mana Brazilian Jiujitsu memiliki prinsip bahwa 95% pertarungan di jalan (street fighting) akan berujung pada pertarungan jarak rapat (clinch) dan akan berakhir dilantai (groundfighting).
Umumnya teknik Brazilian Jiujitsu akan selalu diakhiri dengan berbagai macam teknik submission (teknik kuncian atau cekikan). Teknik Brazilian Jiujitsu juga telah terbukti dapat mengalahkan lawan yang jauh lebih besar dengan mengandalkan teknik daripada kekuatan.
Siapa penemu atau pelopor terciptanya olahraga ini?
Penemu Brazilian Jiujitsu adalah keluarga Gracie yang berasal dari Brazil yaitu Carlos Gracie dan Helio Gracie. Mereka mengembangkan beladiri ini yang pada mulanya adalah Japanese Jiujitsu.
Menurut Helio Gracie, Brazilian Jiujitsu lebih banyak menggunakan leverage (pengungkitan atau penempatan posisi yang benar) dibandingkan dengan tenaga atau kekuatan. Untuk mengalahkan lawan yang lebih besar, teknik kuncian dan cekikan lebih efektif dibandingkan dengan pukulan atau tendangan. Beladiri ini awalnya dinamakan Grace Jiujitsu dikarenakan ditemukan oleh keluarga Grace.
Apakah beladiri ini gabungan dari beberapa beladiri lain?
Brazilian Jiujitsu lebih banyak mengandalkan bantingan dan kuncian, dan beladiri ini lebih memfokuskan pada pertarungan di bawah. Objektif dari beladiri ini adalah lebih mengandalkan teknik daripada kekuatan.
Bagaimana olahraga ini bisa sampai ke Indonesia?
Brazilian Jiujitsu merupakan beladiri yang pertama kali saya bawa ke Indonesia pada tahun 1998, saat itu saya telah menyelesaikan studi saya di Amerika Serikat. Pada tahun 1998 , Brazilian Jiujitsu belum ada di Indonesia, dan saya berkeinginan untuk mengembangkan dan mensosialisasikan beladiri ini di Indonesia. Karena menurut saya beladiri sangat baik bukan hanya untuk kaum pria saja. Wanita pun bisa belajar beladiri ini untuk pencegahan pemerkosaan (rape prevention).
Dimana Anda mendapatkan sertifikat pelatihan?
Saya mendapatkan sertifikasi pelatihan dari keturunan dari keluarga Gracie, yaitu Rickson Gracie dan Charles Gracie. Jadi bisa dibilang saya berlatih langsung dengan keturunan penemu olahraga beladiri ini.
Anda sendiri menguasai beladiri apa saja sebelum akhirnya memutuskan mendalami Brazilian Jiujitsu?
Saya memang hobi menggeluti olahraga beladiri, sejak berusia 7 tahun. Saya pernah mengikuti Merpati Putih, salah satu bagian dari beladiri pencak silat, kemudian memasuki SMP, saya juga mempelajari Tae Kwon Do. Selain itu Tinju, Thai boxing, dan Gulat juga merupakan jenis beladiri yang masih saya gemari dan geluti hingga saat ini. Menurut saya semua jenis beladiri memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, sehingga saya mendapat banyak referensi dari berbagai jenis beladiri yang saya pelajari.
Kejuaraannya sendiri ada di Indonesia?
Saya bersama teman-teman yang mencintai Brazilian Jiujitsu telah membentuk organisasi yang dinamakan Federasi Grappling Indonesia. Tujuan organisasi ini dibentuk adalah untuk mengembangkan dan mensosialisakan olahraga Brazilian Jiujitsu dan Submission Grappling di Indonesia. Pertandingannya yang dinamakan Submision Championship, pertama kali diadakan pada tahun 2005 dan telah dilakukan di beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta ,Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Medan. Selain itu kami juga memberikan seminar dan coaching clinic kepada praktisi beladiri yang ingin mengenal Brazilian Jiujitsu di beberapa kota besar di Indonesia.
Apa pencapaian yang pernah Anda raih?
Waktu itu saat saya kembali selesai studi dari Amerika Serikat, saya sparring dengan beberapa praktisi dari jenis beladiri lain. Tujuannya untuk memperkenalkan Brazilian Jiujitsu kepada praktisi dari cabang beladiri lainnya. Pencapaian yang memuaskan untuk saya di mana saya diberikan kesempatan oleh Organisasi Mixed Martial Art Indonesia untuk melatih petarung Indonesia dan berhasil memenangkan dan menjadikannya petarung Indonesia pertama yang memenangkan event Mixed Martial Art kelas dunia.
Sejauh ini bagaimana perkembangannya di Indonesia?
Sejauh ini perkembangannya cukup baik, karena sarana tempat latihan dan lokasinya sudah ada di beberapa kota besar di Indonesia dan tenaga pengajarnya sudah cukup kompeten untuk memberikan pelatihan beladiri ini. Prospeknya menurut saya bisa terus berkembang, karena adanya pertandingan dan seminar yang rutin diadakan setiap tahunnya.
Siapa idola anda?
Guru saya, Rickson Gracie. Beliau bukan saja petarung yang tidak terkalahkan dengan rekor 400 kali bertanding pada pertarungan bebas atau no rules fighting. Tetapi filosofi dan pemikirannya terhadap Brazilian Jiujitsu patut untuk dijadikan panutan.
Pernah cedera karena berlatih beladiri ini?
Pernah. Yang paling parah saya pernah dislokasi angkel dan patah tulang kaki waktu sparring di dojo Rickson Gracie tahun 1997, terpaksa harus digips dan istirahat selama delapan minggu.
Dimana tempat latihan Anda dan berapa kali berlatih dalam sebulan?
Tempat latihan saya di mybodygym, Plaza Senayan Arcadia lantai 2 Jalan New Delhi no. 9, Senayan, Jakarta. Setiap hari Selasa dan Kamis jam 8 malam. Selain itu, saya juga mengajar private lesson. Silahkan datang jika ada yang ingin mencoba.
Apa pesan Anda untuk orang yang penasaran dan ingin memulai berlatih Brazilian Jiujitsu?
Bagi Anda yang ingin berlatih Brazilian Jiujitsu, olahraga ini sangat baik bukan hanya untuk self defense, tetapi baik juga untuk olah tubuh. Pastikan juga Anda berlatih secara rutin, paling tidak untuk tiga bulan pertama, karena Brazilian Jiujitsu berbeda dengan jenis beladiri lain. Fokusnya pada pertarungan di bawah, membuat beladiri ini harus dipelajari berulang-ulang.






