TRIBUNNEWS.COM - Ketua Umum PSSI versi Kongres Luar Biasa Ancol, La Nyalla Mahmud Mattalitti, menyerahkan keputusan pemberian sanksi pemain ISL yang membela Timnas Indonesia versi Djohar Arifin, kepada masing-masing klub.
Di pertandingan Timnas Indonesia melawan Valencia, Sabtu (4/8/2012) malam, sejumlah pemain dari klub yang berlaga di kompetisi ISL, yaitu Bambang Pamungkas (Persija Jakarta), Firman Utina, Ponaryo Astaman, M. Ridwan (Sriwijaya FC), Ahmad Bustomi (Mitra Kukar), Oktovianus Maniani (Persiram Raja Ampat), dan Patrich Wanggai (Persidafon), bermain membela Timnas Indonesia versi PSSI Djohar Arifin.
"Mengenai sanksi, saya tidak ikut campur. Masalah pemberian sanksi saya amanatkan kepada klub. Biar klub yang mengambil sikap. Yang jelas segala sebab pasti ada akibat," tutur La Nyalla saat dihubungi via pesan singkat, Selasa (7/8/2012) malam.
La Nyalla menegaskan, saat ini klub sedang merumuskan sanksi apa yang akan diberikan kepada pemain yang melanggar kesepakatan awal. "Soal waktunya kapan pemberian sanksi tersebut saya belum tahu. Tetapi yang jelas mereka sedang membahas dan merumuskan," katanya.
La Nyalla menambahkan, selama pemain masih mau dan ingin bertaubat, dia siap menerima kembali pemain yang melanggar aturan dengan tangan terbuka.
Sikap PSSI versi Kongres Luar Biasa Ancol melakukan pelarangan kepada pemain dari kompetisi ISL yang ingin membela Timnas PSSI versi Djohar Arifin, karena mereka menilai PSSI membentuk timnas secara sepihak. Seharusnya pembentukan timnas disepakati bersama antara kedua belah pihak melalui Joint Committee.


