Kutukan Penalti Tim Inggris  

TEMPO.CO, Kiev - Inggris dipaksa pulang terlebih dahulu dari turnamen Euro 2012 setelah dikandaskan Italia lewat drama adu penalti di babak perempat final, Senin dini hari, 25 Juni 2012 WIB. Kegagalan itu semakin menambah panjang derita Inggris dalam drama adu penalti di ajang besar.

Hampir semua kegagalan Inggris di level turnamen dalam dua dekade terakhir ditentukan lewat adu penalti. Entah itu ajang Euro ataupun kejuaraan sekelas Piala Dunia. Drama adu penalti seperti kutukan bagi The Three Lions.

Pelatih Inggris Roy Hodgson mengakui timnya memang terobsesi bisa menang lewat drama adu penalti setelah rentetan kegagalan di masa lalu. Tapi itu malah jadi beban kala mereka menghadapi Italia. »Kami keluar dengan menyusuri jalan yang sama lagi,” kata Hodgson.

Kapan saja kesialan Inggris kala adu penalti?

Jinx atau nasib sial Inggris dalam adu penalti Inggris dimulai kala babak semifinal Piala Dunia 1990. Menghadapi Jerman Barat, Inggris sempat kebobolan lebih dulu lewat gol Andras Brehme di menit ke-60. Namun setengah jam kemudian Gary Lineker memaksa laga dilanjutkan ke babak tambahan. Adu penalti tak terelakkan.

Dua dari lima eksekutor Inggris gagal melakukan tugasnya, sementara empat penendang Jerman berhasil melesakkan bola ke gawang. Skor akhir 4-3 untuk Jerman.

Enam tahun kemudian, adu tendangan penalti seolah bukan kutukan bagi Inggris setelah mengalahkan Spanyol pada perempat final Euro 1996. Namun di semifinal kutukan itu berulang. Mereka takluk oleh Jerman dengan cara yang sama.

Piala Dunia 1998 pun sama saja. Kali ini giliran Argentina menjadi algojo bagi Inggris setelah skor sama kuat 2-2 dalam waktu normal. Paul Ince dan David Batty jadi pesakitan di drama itu lantaran gagal melaksanakan tugasnya. Argentina lolos ke perempat final dengan skor 4-3.

Portugal menambah derita Inggris di babak adu penalti. Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan dua kali mengempaskan Inggris di babak perempat dinal Euro 2004 dan Piala Dunia 2006.

Kini pun Gerrard cs harus dipulangkan Italia lewat jinx dari adu penalti.

Drama adu penalti yang menghentikan perjalanan Inggris:

Piala Dunia 1990, semifinal vs Jerman Barat 1-1 (4-3)

Euro 1996, semifinal vs Jerman 1-1 (6-5)

Piala Dunia 1998, babak 16 besar vs Argentina 2-2 (4-3)

Euro 2004, perempat final vs Portugal 2-2 (6-5)

Piala Dunia 2006, perempat final vs Portugal 0-0 (3-1)

Euro 2012, perempat final vs Italia 0-0 (4-2)

TELEGRAPH | WIKIPEDIA | IRVAN SAPUTRA

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Yahoo! Indonesia di Facebook

Jajak Pendapat

Menurut Anda, sampai manakah pencapaian tim Indonesia di Piala Sudirman 2013 yang akan berlangsung mulai 19 Mei-26 Mei?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat