Roma (AFP/ANTARA) - Menjelang pertandingan Serie A Italia akhir pekan ini muncul isu tentang hukuman penalti, terutama yang justru tidak diberikan, yang telah mendominasi berita pekan ini.
Juventus adalah yang paling merasa dirugikan dengan jumlah penalti yang seharusnya mereka terima musim ini, mengklaim mereka sedang diperlakukan tidak adil saat kontra Inter Milan yang jika itu terjadi maka merekalah yang paling terpukul oleh keputusan wasit.
Juve kehilangan kesempatan untuk kembali ke puncak klasemen pada pertengahan pekan ketika mereka ditahan imbang 0-0 oleh Parma.
Selama pertandingan Juve mengira mereka seharusnya mendapat dua penalti sementara tuan rumah juga mengeluh mereka tidak mendapat tendangan penalti.
Pada ketiga kasus tersebut, wasit mungkin punya hak memutuskan tapi itu tidak menghentikan keluhan.
Pelatih Juve Antonio Conte marah setelah pertandingan melawan Parma dan percaya bahwa pihaknya tidak diberi hukuman penalti dua pekan lalu saat melawan Siena.
"Saya mulai merasakan suasana yang mengerikan di mana wasit takut untuk memberi Juve penalti," katanya.
"Kami terganggu oleh hal ini, bahkan tim bawah dalam liga telah mendapat penalti lebih banyak dari kita."
"Saya tidak bisa menerima ini tapi kemudian saya mendengar tuduhan yang sama: 'Anda hanya tahu bagaimana mencuri kesempatan'."
"Tapi siapa? Yang harus Anda lakukan adalah melihat apa yang telah terjadi selama bertahun-tahun."
"Kami mendapat dua poin melawan Siena dan Parma tetapi jika wasit lebih tenang dan lebih memperhatikan kita akan mendapat enam poin lalu kami akan berbicara tentang memperlebar jarak bukan tentang tempat kedua."
Conte percaya Juve membayar untuk masa lalu mereka di mana mereka kehilangan dua gelar liga dan terdegradasi ke Serie B karena terlibat dalam skandal pengaturan pertandingan Calciopoli di mana mereka menghubungi Komisi Wasit untuk meminta wasit spesifik untuk memimpin pertandingan mereka.
"Penjelasan untuk semuanya baru bisa ditemukan setelah beberapa tahun," keluh Conte.
"Saya bahkan tidak marah, saya kecewa karena olahragawan berjuang untuk menerima hal-hal tertentu."
Juventus hampir tidak melakukan apa-apa saat melawan Siena dan pada kenyataannya bahkan bisa kalah.
Melawan Parma mereka menggebrak saat awal tetapi sekali lagi gagal menciptakan banyak peluang yang jelas.
Mereka harus bermain lebih baik melawan Catania pada hari Sabtu setelah gagal mencetak gol dalam dua pertandingan terakhir mereka. (nm/jk)



Belum ada komentar