TRIBUNNEWS.COM – Berakhirnya kegamangan hati Cristiano Ronaldo di Real Madrid merupakan sinyal positif bagi kebangkitan skuat asuhan Jose Mourinho tersebut.
Ikrar Ronaldo untuk fokus penuh menjuarai semua kompetisi bersama Real Madrid bersamaan dengan performa bagus rekan-rekan setimnya di kualifikasi Piala Dunia 2014.
Komitmen yang ditunjukkan Ronaldo tentu menjadi modal penting jelang laga tandang sulit melawan Sevilla di Sanzhez Pizjuan pada lanjutan La Liga, akhir pekan ini.
Tak hanya Ronaldo, rekan-rekan setimnya yang menjalani tugas membela tim nasional juga menunjukkan performa imresif selama dua pekan terakhir. Kecuali Karim Benzema yang gagal mencetak gol bersama Perancis, Gonzalo Higuain, Mesut Ozil, dan Angle Di Maria memberi kontribusi positif dengan sumbangan gol bagi negara masing-masing.
Hal tersebut menjadi simbol kebangkitan Real Madrid yang hingga jornada 3 baru meraih 4 angka dan terpaku pada peringkat ke-11. Gonzalo “El Pipita” Higuain besar kemungkinan akan menjadi tandem Cristiano Ronaldo pada masa kebangkitan ini.
Jose Mourinho tentu akan lebih memilih Higuain ketimbang Benzema. Pasalnya, pada dua pertandingan bersama Argentina, Higuain selalu menyumbang gol. Terakhir, Higuain bahkan menjadi pahlawan setelah gol tunggalnya mampu menahan imbang Peru.
Musim ini duet Ronaldo lebih efektif bila diduetkan dengan Higuain daripada Benzema. Dari lima pertandingan duet CR7 dan El Pipita telah menyumbangkan delapan gol. Keduanya hanya tidak mencetak gol pada leg pertama Piala Super Spanyol melawan Barcelona.
Ronaldo memang tidak mencetak gol pada dua pertandingan La Liga pertama, namun dia mencetak gol di Piala Super. Gonzalo Higuain juga tidak berada jauh di belakang Ronaldo. Pemain yang dilahirkan di Perancis tersebut telah menyumbangkan empat gol sehingga mencatatkan dirinya berada dalam 15 pencetak gol terbanyak Real Madrid.
Angel Di Maria dan Mesut Ozil juga layak menjadi pendamping Ronaldo dan Higuain pada era kebangkitan tersebut. Pasalnya, keduanya juga menunjukkan penampilan impresif bersama tim nasional. Angel Di Maria mencetak gol cepat ke gawang Paraguay, sedangkan Ozil, meski berposisi asli sebagai playmaker, menyumbangkan tiga gol ke gawang Kepulauan Faroe dan Austria.






