Kecelakaan de Villota Bukan Disebabkan Karena Mobilnya

London (AFP/ANTARA) - Mobil Marusia yang dikendarai Maria de Villota bukan penyebab kecelakaan yang diderita sang pebalap saat melakukan pengujian, dan membuat wanita Spanyol itu kehilangan mata kanannya.

Dua malam yang lalu, pebalap 32 tahun ini menjalani dua operasi di Rumah Sakit Addenbrooke di Cambridge, setelah mendapat kecelakaan di lapangan terbang Duxford, di mana ia menabrak ekor kendaraan pendukung tim.

Marusia, yang bermarkas di Bandbury dekat Oxford di Selatan Inggris, mengatakan dalam pernyataan yang dirilis Senin, "Tim F1 Marusia melakukan analisis awal segera setelah terjadi kecelakaan itu."


"Hal ini ditujukan untuk mengetahui penyebab dan faktor-faktor yang berkontribusi di balik kecelakaan itu, dan juga menjelaskan apakah terdapat implikasi-implikasi terkait mobil yang berhubungan untuk Grand Prix Inggris mendatang."


"Setelah memeriksa semua data dan informasi pendukung tersedia saat itu dengan seksama, tim puas karena tidak ada masalah-masalah seputar mobil dan sasis-sasisnya dapat dipakai untuk berpartisipasi di balap pekan depan."


"Mengikuti investigasi awal, tim melanjutkan untuk melakukan analisis yang lebih rinci terkait kecelakaan itu."


"Investigasi forensik eksternal ditugaskan untuk memeriksa lapangan terbang Duxford (arena yang telah mendapat persetujuan FIA dan kerap dipakai sebagai tempat tes mobil) bersama dengan tim di Pusat Teknik Marusia di Banbury."


"Analisis eksternal telah dilakukan secara mandiri oleh oleh tim penyelidik internal."


"Karena itu akan menjadi prosedur normal, temuan-temuan tim akan dibagi dengan Health and Safety Executive (HSE), badan regulator independen Inggris, yang bertindak dengan perhatian publik pada kecelakaan-kecelakaan yang berhubungan dengan pekerjaan."


Ketua tim Marusia, John Booth, menambahkan, "Kami puas dengan temuan-temuan dari investigasi internal kami yang mengungkapkan bahwa mobilnya bukan faktor dari kecelakaan."


"Kami telah membagi dan mendiskuskan temuan-temuan kami dengan HSE, untuk pertimbangan mereka sebagai bagian dari investigasi yang tengah berlangsung."


"Ini adalah proses yang diperlukan untuk memahami penyebab kecelakaan."


"Kami sekarang menyimpulkan pekerjaan investigasi kami dan dapat kembali berfokus pada prioritas, yakni terus mengupayakan kesembuhan Maria."


"Oleh karena itu, kami terus mendukung Maria dan keluarga De Villota semampu kami."


De Villota, putri dari mantan pebalap Formula Satu Spanyol, Emilio De Villota, pada tahun lalu merupakan pebalap penguji Renault, dan sebelumnya membalap di Formula Tiga Spanyol dan Daytona 24 Hours.

Pebalap wanita merupakan hal yang langka di Formula Satu.

Pada April tahun ini, Williams merekrut pebalap touring car asal Jerman, Susie Wolf, sebagai pebalap pengembang di tim itu.

Namun wanita terakhir yang memasuki kejuaraan dunia Formula Satu adalah Giovanna Amati asal Italia, yang gagal lolos pada tiga balapan di awal musim 1992 dengan Brabham.

Lima wanita telah memasuki dunia Formula Satu di masa lalu, yang paling terkenal adalah Lella Lombardi asal Italia, yang memulai 12 Grand Prix pada era 1970-an. (jk)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Yahoo! Indonesia di Facebook

Jajak Pendapat

Siapa pemenang Liga Champions 2013?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat