Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda

Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.

Pertama-tama,

AKTIVITAS TEMAN DI YAHOO!

    Jokowi: Target Produksi 'Esemka' 300 Unit Per Bulan

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Walikota Solo, Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi mengatakan target produksi mobil Esemka diperkirakan hingga 300 buah per bulan.

    "Kami membuat target produksi untuk mobil Esemka sebanyak 200 hingga 300 buah per bulan, karena niatnya memang tidak diproduksi dengan manufaktur yang besar," kata Jokowi pada media di Jakarta, Sabtu (25/2).

    Jokowi menegaskan bahwa mobil Esemka buah karya siswa SMK Negeri 2 Solo tersebut bukanlah proyek ambisius yang berorientasi pada bisnis semata.

    "Mobil Esemka ini adalah mobil rakyat yang dibuat berdasarkan industri rakyat bukan korporat besar yang memproduksi dalam jumlah besar," kata dia.

    Untuk memenuhi target produksi tersebut, Jokowi menjelaskan industri tersebut tidak membutuhkan dana besar.

    "Untuk biaya gedung dan alat-alat hanya butuh dana Rp55 miliar sedangkan untuk modal kerja butuh Rp40 miliar, dengan dana itu, produksi sudah bisa berjalan," kata dia.

    Namun demikian, Jokowi menyatakan Esemka tetap perlu suntikan dana dari pemerintah pusat karena pemerintah kota (pemkot) Solo tidak memiliki dana cukup.

    "Kami butuh injeksi dana dari pusat, karena pemkot tidak bisa menutup semua dana itu, tapi kalau pemerintah tidak bisa memberi dana, maka kami terpaksa lari ke investor," kata dia.

    Jokowi mengaku sudah ada tiga investor yang menyatakan bersedia untuk mendanai produksi massal mobil Esemka. "Sudah ada tiga investor lokal, dua dari nasional dan satu dari koperasi," kata dia.

    Jokowi menambahkan, Esemka harus ditangani oleh anak-anak bangsa tanpa campur tangan investor asing karena mobil Esemka merupakan "brand" atau citra Indonesia. "Kita ingin membangun 'brand' Indonesia dan 'principal' Indonesia," kata dia.

    Lebih lanjut Jokowi mengatakan, pada tahap awal, Esemka akan memproduksi tiga jenis mobil yaitu SUV (Sport Utility Vehicle), double cabin, dan mini cart. "Tapi kami akan fokus ke SUV dulu, harga pasar untuk SUV Rp95 juta," kata dia.

    PEDOMAN KOMENTAR

    Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


    Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

     

    53 komentar

    • Michel,Anti Paku,Nambal s ...  •  2 bulan yang lalu
      BAN MOBIL / MOTOR ( TUBLESS ) ANDA KENA PAKU LALU KEMPES / BOCOR ????JANGAN KUATIR SEMPROTKAN AJA " MICHEL " LATEST FORMULA FROM AMERICA LALU TANCAP GAS MOBIL ANDA LAGI. ANTI PAKU ( APALAGI SKRNG LG MUSIM PENEBAR/RANJAU PAKU ) & LANGSUNG TANCAP LAGI GAS MOBIL ANDA , BISA MENAMBAL SENDIRI BAN ANDA SECARA PERMANEN DAN BISA ISI ANGIN SENDIRI SECARA OTOMATIS 28 PSI. JADI ANDA TIDAK PERLU GANTI DGN BAN SEREP ATAU CARI TUKANG TAMBAL BAN LAGI UNTUK ISI ANGIN.APALAGI ANDA SEDANG DIJLN TOL!MENGHEMAT TENAGA DAN WAKTU ANDA YG SANGAT BERHARGA.
      SANGAT BERMANFAAT & BERGUNA BAGI PARA PENGENDARA IBU2 / WANITA.
      BILA ANDA BERMINAT & FOR FURTHER INFORMATION . PLEASE CALL TO 08986078728 OR PIN BB 2123E9B6.

      Promo & lihat cara kerja Michel hari ini Sabtu tanggal 25 Februari 2012 sampai dengan 29 Februari 2012. Klik www.disdus.com atau www.groupon.co.id Klik Product Deals Groupon Disdus Setelah tgl promo diatas selesai bisa di lihat melalui google dengan search "disdus michel" Thanks,
      • Radenkayanto Kayanto 2 bulan yang lalu
        unjuk kelas " impor " ?????????????????????????????
      • Saiful 2 bulan yang lalu
        unjuk kelas " impor " ?????????????????????????????JANGAN " KELAS IMPOR YANG SELIWERAN " DI JALAN - JALAN yaaaaaaa !!!, tetapi kok Pemerintahan Pusat RI , kok selalu bangga Impor ?, DELEMATIS. atau KONTRA PRODUKSI.
    • M. Munif  •  2 bulan yang lalu
      smk maju terus yok
    • Garry Ivanda Kumala  •  2 bulan yang lalu
      dari pada bikin mobil pribadi, bkin mobil buat transportasi umum saja lebih baik. saya sih mendukung esemka, tapi kalo jumlah mobil pribadi makin banyak pasti muncul masalah baru, oder?
    • Ds  •  2 bulan yang lalu
      MAU MESIN DARI CINA KEK ATAU DARI MANA AJA, HARGA DIRI BANGSA YANG PALING UTAMA, BAGI YANG MASIH MENCEMOOH DARI HASIL KARYA BANGSA,MENDINGAN LO MINGGAT AJA DARI NUSANTARA, ANTEK KAPITALIS SETAN SEMUANYA....MAJULAH PAK JOKOWI ,10000000000% RAKYAT AKAN MENDUKUNGMU....INGAAAAAAAAT HARGA DIRI BANGSA YG PALING UTAMA...GO TO HELL KAPITALIS, BANGSA INI UDAH MUAAAAK DENGAN KALIAN.....DAN SUNGGUH SANGAT IRONIS NEGARA YANG KAYA RAYA INI MASIH ADA ORANG MISKIN,....PAK JOKOWI MAJULAH JADI RI SATU, ENGKAULAH SOLUSI BANGSA INI...AMIN
      • Radenkayanto Kayanto 2 bulan yang lalu
        kita dukung ======== MODAL KERJA , INVESTASI ========== KENCLENG PRODUK INDONESIA , SETIAP RT , RW , LURAH /DESA , CAMAT , WALIKOTA /KABUPATEN , GUBERNUR , SELURUH PROPINSI INDONESIA . PAK JOKOWI JADI PRESIDEN RI di 2014 !!!! SETUJUUUUUUUUUU !!!!
      • suyono 2 bulan yang lalu
        Iya kita dukung kemajuan teknologi negeri sendiri, siapa lagi kalau bukan kita....maju terus pak jokowi,,,, rakyat Indonesia mendukungmu...
    • NYONGe  •  2 bulan yang lalu
      SMK UNJUK GIGI
      SELAMAT TINGGAL TAWURAN,,,,,,,
      • supriyadi 2 bulan yang lalu
        yg masih tawuran justru yg sudah punya intelektual lebih tinggi yaitu para Mahasiswa masak dak malu sama SMK sich
    • sultoni  •  2 bulan yang lalu
      Saya setuju truslah berkarya ,tapi jangan lupa produksi juga spare partnya.Bangkit smk.Solo.dan masyarakat Indo
    • Ulrikus  •  2 bulan yang lalu
      Setuju dengan rencana bermitra dengan UKM utk memproduksi komponen mobil, bahkan beberapa SMK terpilih di Jawa bisa ditugaskan hasilkan 1 atau 2 komponen (sebagai unit bisnis), di bawah koordinasi dan kontrol produksi yang ketat. Sebaiknya, jangan melibatkan perusahaan besar Indonesia karena umumnya mereka sangat rentan secara finansial dan tidak mandiri. Bila perlu ada “Gerakan Peduli Mobnas Rp1.000” dari tiap WNI sebagai investasi awal produksi mobil Esemka, dgn penanggung jawab Pak Jokowi.
      Cuek saja dengan pesimistis beberapa menteri terkait, krn mungkin mereka terlalu sering berkunjung ke pabrik mobil besar berskala internasional, padahal mungkin pabrik-pabrik tersebut berawal dari pabrik skala kecil yang dulunya mungkin juga tidak dilirik sedikit pun.
    • Risky  •  2 bulan yang lalu
      wah hiiiiduup lah smk bisa bikin mobil juga pemerintah pusat juga hraus membatu agar mobil buatan indonesia itu akan benar2 bisa citra indonesia juga bisa menekan haraga agar jauh bisa di beli oleh kalangan masarakat indosia lagi ....bagus kan produk indo di manfaatin oleh masaraklat indo lagi jadi uang orang indo masuk ke negara indo lagi ga seperti saat ini beli motor dan mobil dalm haraga mahal untuk trafer ke japan apa itu bikin kaya negara lain aja,selamat semka susks trus....
      • Supri 2 bulan yang lalu
        bagus mas,dan bagi siapapun dimanapun semoga mendukung mobil esemka.
      • Radenkayanto Kayanto 2 bulan yang lalu
        JANGAN " KELAS IMPOR YANG SELIWERAN " DI JALAN - JALAN yaaaaaaa !!!, tetapi kok Pemerintahan Pusat RI , kok selalu bangga Impor ?, DELEMATIS. atau KONTRA PRODUKSI.
    • soeharja  •  2 bulan yang lalu
      Pemerintah hendaknya membantu dalam perijinan dan permodalannya.
      Produsen mesin, produksilah mesin yang presisi, kuat bertenaga, serta hemat bahan bakar.
      Perusahaan Karoseri, design sudah cukup baik, gunakan bahan plat untuk body mobil selalu terjaga mutu yang terbaiknya.
      Para ahli mekanik, analisa-kan kestabilan mobil agar terjaga keamanannya.
      Para penentu harga, usahakan jangan mahal harga jual per unit nya, untuk awalnya kalahkan harga kendaraan produk dari luar negeri.
      Konsumen, sebagai konsumen yang sekarang menggunakan kendaraan buatan luar negeri, belilah mobil ini, tumbuhkan rasa bangga terhadap produk bangsa sendiri.
      • Radenkayanto Kayanto 2 bulan yang lalu
        justru PERNYATAAN MENTRI INDUSTRI ======= CCnya 700 CC AJA . KAN ANEH !!! BUKAN MEMAJUKAN , SUPAYA GAK LAKU . emang produksi kelas Motor becak ? atau bajay. ANEH ORANG INTELEKTUAL DAN KLIM PROFESIONAL , MALAH " NGEBUNUH " ANAK - ANAK ESEMKA. negara aneh X yaaaaa !!!. KITA LIHAT DEH PERNYATAAN ATAU DUKUNGAN PEMERINTAH RI.
      • BOUNTY 2 bulan yang lalu
        MENTRIX GAK DAPAT FEE SICH
    • d'Bagoes  •  2 bulan yang lalu
      Pemerintah pusat tidak bisa dukung modal..... untuk mendukung pendirikan pabrikan kiat esmeka --------- Gerakan 'coin' Peduli Mobnas Rp 1.000, boleh juga ide-nya, Gua akan dukung 10x lipatnya, ayo dukung pendirian pabrikan MOBNAS...!! ada yang berani lebih............???
    • Bukgedebug Aris  •  2 bulan yang lalu
      kalo pemda pusat ga mau bantu dana...., biar saya yg ambil proyek ini pak..., masalah dana tinggal sebut saja.
    • angel  •  2 bulan yang lalu
      jangan produksi banyak2 pak, yg penting kualitas tetap dijaga. sukur2 ditingkatkan. biasanya, barang bagus itu malah langka barangnya. karena kualitas yg diutamakan, bukan kuantitas.
    • akbar  •  2 bulan yang lalu
      wong siswa mesti tugasnya belajar ko ya , di eksploitasi...ckckckkkk aya2 wae kelakuan kapitalis membungkus bisnis dgn kondisi lokal.....mantaps pa de wie...lanjutkan !!!
    • Mana Owe Taow  •  2 bulan yang lalu
      Setahu saya orang kita suah lama mendunia. Coba aja, Made In USA. Nah..itu kan artinya si Made lagi di Amerika, ya gak?
    • TANPA TANDA JASA  •  2 bulan yang lalu
      kalau bisamurni pribumi pak
    • Sumarjono  •  2 bulan yang lalu
      Aku mau inden 1 unit nih kapan bisa meluncur ke Kaltim ya ...
    • Paulus  •  2 bulan yang lalu
      Dulu kita punya mobil PERKASA ga seheboh ini. Padahal dari mesin sampai selesai kita buat sendiri.Walau masih beli lisensi design dari luar. Tpi India aja beli lisensi pesawat tempur MIG dan produksi semua di India mreka bisa jaya. Alih teknologi yg paling penting.
    • Nicki  •  2 bulan yang lalu
      ujung2nya dana kan?
    • ruby  •  2 bulan yang lalu
      95 JT rupiah saja, Terbukti sudah!
      dulu kita di jajah sm jepang, sekarang dengan productnya.

      kalau ga mau terjajah terus, ya pemerintah jangan mau utang sm monetary fund, yg didalamnya ada dana besarnya Jepang. jepang ini sama aja ngawurnya sama negara" imperialist lainnya kok. Nanti kalau beruntung ASEMKA semoga survive dan ga di gembosi....amin..amin..amin..tapi kok saya ragu..lah wong IPTN yg besar itu aja sukses di luluh lantahkan. :)

      Mana berani pemerintah megurangi apalagi men-stop masuknya mobil Jepang bahkan hanya untuk sementara waktu saja. sampai si ESEMKA ini siap tanding.

      kalau anda tdk percaya silahkan di-check berapa besar modalnya jepang di salah satu Oil&gas company terbesar di balik papan, tp dia hiding di balik nama France. di check juga kemana larinya project" besarnya si company, untuk pembangunan kilang" minyaknya. pasti ya ke Nipon family juga. hasil minyak dan gas-nya lari kamana? yg ke sodara tua itu. kembalinya ke indonesia, ya dalam bentuk product electronic dan automotif.

      kalau Asemka maju, siapa mau beli sodara tua kita punya product itu.
      sebaiknya ASEMKA bersabar jangan terburu-buru dan terlalu menyinari sendiri dirinya, perlahan tapi continue saja. biar si antek-anteknya sodara tua kita tidak silau.
    • Doez_GembeZ OucouL  •  2 bulan yang lalu
      Menurut...Mbah....Dudho....Pinter.....Negeri...China...adalah...bener....uakeh.
      ..( bukan salah satu )...leluhur.....bangsa...Nusantara....jadi. ora...perlu...malu...
      menyontoh..produksi...mereka.....MBOK....OJO...PODHO....KEMENTHUS.....

    Yahoo! Indonesia di Facebook

    Jajak Pendapat

    Siapa penjaga gawang terbaik di Eropa saat ini?

    Memuat...
    Opsi Pilihan Jajak Pendapat