Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda

Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.

Pertama-tama,

AKTIVITAS TEMAN DI YAHOO!

    FOKUS: Lima Alasan Mengapa Arsenal Terpuruk (Lagi)

    Pekan ini delapan tahun lalu, Arsenal mengalahkan Chelsea dua kali dalam enam hari dan memimpin klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan selisih tujuh poin. Tiga bulan kemudian, titel Liga Primer Inggris berhasil direngkuh dan julukan 'The Invicibles' tercatat dalam sejarah sepakbola Inggris. Arsene Wenger pun berada dalam puncak kejayaannya.

    Namun, pada tahun ini, kekalahan 2-0 dari Sunderland di Stadium of Light memberi garam pada luka yang ditorehkan AC Milan di laga sebelumnya, di mana skuad Max Allegri membantai The Gunners dengan skor 4-0 di San Siro pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Dua kekalahan tersebut seolah menutup peluang Arsenal untuk memperoleh gelar juara tahun ini.

    Tetapi apa yang salah pada Arsenal? Dari manajemen hingga ruang ganti, faktor-faktor yang dapat membawa Arsenal semakin jauh dengan rival-rivalnya semakin beragam, sehingga menghasilkan krisis di tubuh Arsenal. Berikut adalah lima alasan, menurut Jonathan Birchall dan Stephen Darwin dari GOAL.com, yang membuat Arsenal semakin menurun dari masa kejayaan mereka.

    KURANGNYA INVESTASI



    Selama hampir setengah dekade lalu, Arsenal telah menghabiskan dana hampir £50juta lebih sedikit dari lawan mereka di Stadium of Light pada hari Minggu (19/02) kemarin. Fakta bahwa mereka tetap berada di jajaran papan atas Liga Primer Inggris adalah hal yang patut mendapatkan pujian, tetapi dengan kehadiran Roman Abramovich dan Sheikh Mansour yang mengubah wajah finansial sepakbola, Wenger yang dikenal sebagai salah satu pelatih inovator harus menemukan dirinya terjebak di masa lalu.

    Pertanyaan yang masih menggema adalah mengapa Arsenal membiarkan hal ini terjadi. Dengan dukungan seorang milyarder dan profit (sebelum pajak) sebesar £56 juta pada tahun 2010, The Gunners seharusnya memiliki finansial yang dapat membuat mereka dapat bersaing dengan klub papan atas Eropa lainnya.

    Wenger menegaskan dana yang mereka miliki sudah sangat cukup, Arsenal diperkirakan dapat membuat keuntungan antara £15 dan £20 juta dalam satu tahun anggaran. Pembatasan gaji maksimal sebesar £100 ribu per pekan juga menjadi salah satu keunggulan Arsenal.

    Dikabarkan, pemegang saham terbesar klub Stan Kroenke mendukung sikap hati-hati Wenger dalam bursa transfer. Pada bulan September silam, kepada stltoday.com, ia mengatakan: Ada resiko anda akan mundur ke belakang apabila anda memberikan reaksi berlebihan dan mulai membuang uang untuk menyelesaikan masalah anda."

    Sayangnya untuk Arsenal, kemunduran tersebut tampak sudah mulai berjalan. Dan menghabiskan banyak dana transfer mungkin menjadi opsi satu-satunya untuk memberi rem pada hal tersebut.



    MASALAH CEDERA



    Pelatih manapun biasanya menggunakan cedera sebagai alasan, dan mereka seharusnya malu karena melakukan hal tersebut. Tetapi dalam kasus Wenger, cederanya beberapa pemain kunci dari waktu ke waktu terbukti sangat merugikan.

    Hal tersebut dapat diperdebatkan melihat iritnya Arsenal untuk memperkuat skuad mereka dengan memanfaatkan bursa transfer, yang membuat faktor cedera pemain berakibat lebih parah dari seharusnya. Cederanya Jack Wilshere di musim ini juga membuat sebuah lubang yang menganga di lini tengah Arsenal.

    Wenger telah dipaksa untuk berpikir sangat keras dengan empat bek yang terlihat rapuh, sementara dalam sektor kiper, mereka akhirnya memiliki sosok Wojciech Szczesny yang tampak mampu menjadi kiper andalan. Namun, pemain seperti Johan Djourou, Carl Jenkinson, Francis Coquelin, Sebastian Squillaci dan Per Mertesacker masih belum siap atau tidak cukup bagus untuk bersaing di Liga Primer Inggris.

    Sementara itu, pemain-pemain andalan di lini belakang seperti Bacary Sagna dan Thomas Vermaelen, dan juga Kieran Gibbs dan Andre Santos, masih sering terlibat dengan masalah cedera yang membuat mereka kesulitan menggapai performa terbaik.


    HENGKANGNYA PEMAIN KUNCI



    Hal ini menjadi hal yang klise dalam beberapa musim terakhir, namun kepergian pemain-pemain kunci tampak jelas melukai Wenger dan kemampuannya untuk membawa Arsenal terus maju.

    Tentu saja, kepergian yang paling dirasakan adalah hengkangnya Cesc Fabregas dan Samir Nasri pada bursa transfer musim panas lalu. Mayoritas alur serangan Arsenal melalui dua pemain tersebut, dan mereka terbukti masih belum dapat tergantikan sejauh ini.

    Bahkan sebelum itu, Thierry Henry, yang terkadang mampu memberikan poin untuk Arsenal dengan kemampuannya sendiri, sangat sulit untuk ditemukan penggantinya. Belum lagi, empat bek yang rapuh sepeninggal pemain-pemain seperti Lauren, Ashley Cole dan Sol Campbell.

    Dalam sosok Henry, Freddy Ljungberg, Robert Pires dan Dennis Bergkamp, Arsenal memiliki lini depan yang membuat iri klub-klub Liga Primer Inggris lain, di mana mereka mendapatkan gelar 'Invincibles' dan sementara pemain-pemain seperti Theo Walcott dan Gervinho telah menunjukkan potensi, tetapi mereka terlihat lebih sering melakukan gerakan 'tipuan' daripada menunjukkan insting membunuh mereka.


    KEHILANGAN DAVID DEIN



    Jika masalah internal Arsenal tidak cukup menyakitkan bagi fans setia Gunners, mereka kini semakin tersaingi dengan meningkatnya performa Tottenham sehingga membuat mereka menjadi salah satu tim terkuat di ibukota, di mana hal tersebut akan membuat fans semakin terluka.

    Dipimpin Harry Redknapp di atas lapangan dan Daniel Levy di jajaran manajemen, Spurs menirukan model Arsenal yang meraih kesuksesan di bawah Wenger dan David Dein, mantan wakil direktur Arsenal.

    Digulingkan oleh anggota dewan klub lainnya pada bulan April 2007, karena adanya 'perbedaan yang tidak dapat direkonsiliasi', yang dikabarkan adalah dukungannya kepada Stan Kroenke untuk mengambil alih saham di Emirates. Akhirnya, usai 24 tahun membuat beberapa transfer terbaik di sejarah sepakbola Inggris bersama Arsenal, ia mundur.

    Seperti yang diketahui, dia memantau dan mendapatkan tanda tangan pemain-pemain seperti Ian Wright, Dennis Bergkamp, Patrick Vieira dan Henry, sehingga ia dikenal sebagai salah satu negosiator terbaik di Inggris dalam lebih dari dua dekade.

    "David Dein sudah tidak lagi ada di sana dan tidak ada yang membantah fakta bahwa hal tersebut membuat tim dan pelatih tidak stabil," ujar Henry setelah bergabung dengan Barcelona, beberapa bulan setelah Dein hengkang. Faktor kehilangan Dein tampak menjadi sangat erat dengan hengkangnya pemain terbaik Arsenal sepanjang masa, Henry, yang kemudian mengungkapkan betapa berpengaruhnya Dein di sana.

    Senjata 'yang tidak terlalu' rahasia di meja negosiasi tidak pernah dapat tergantikan. Kebijakan transfer yang terus 'kurang bagus' tentu bukan sebuah kebetulan.


    MASALAH TAKTIK



    'Boring, boring Arsenal' adalah bagaimana fans berekspresi saat George Graham menjadi pelatih, tetapi Wenger memiliki keberuntungan bagus dengan diwarisi lini pertahanan yang kokoh dan dengan kebijakan untuk meleburnya dengan kreativitas di lini depan, membuat pelatih asal Prancis tersebut menikmati kesuksesan luar biasa di awal kepelatihannya di Arsenal.

    Pemain-pemain seperti Tony Adams, Martin Keown dan bek-bek veteran lainnya, yang merupakan lini pertahanan sempurna untuk mempertahankan keunggulan tipis, sudah lama hilang sekarang. Sementara Wenger terus terus mempertahankan filosofi sepakbola 'sempurna'-nya yang membuat Arsenal sudah lama menderita.

    Dengan datangnya pemain-pemain 'tidak meyakinkan' seperti Mertesacker, Squillaci, Mikael Silvestre and Pascal Cygan, mereka tidak mampu melengkapi lini belakang Arsenal menjadi lebih solid, sementara bek andalan seperti Sagna dan Vermaelen lebih sering berkutat dengan cedera. Tampak jelas Arsenal kekurangan stok lini belakang yang cukup berkualitas untuk mengunci gelar juara.

    Semua akan menjadi baik-baik saja apabila sebuah klub memiliki kualitas lini depan yang dapat menutup lubang di lini belakang, seperti yang terlihat di Barcelona, tetapi Arsenal tidak memiliki kualitas lini depan yang mampu menutupi kelemahan lini belakang mereka (kecuali Van Persie) dan Wenger sudah terlalu keras kepala untuk menerima dan menyesuaikan dengan kondisi tersebut.


    Baca Juga:


    Arsene Wenger Masih Yang Terbaik

    "Masuk Peringkat Empat Sama dengan Juara"

    Rekor Buruk Inter Milan


    Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

    PEDOMAN KOMENTAR

    Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


    Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

     

    17 komentar

    • Nurhabib  •  2 bulan yang lalu
      pada gak tau yah... emirates stadium tuch yang bikin arsenal kayak gituh... tuh stadion duitnya ngutang.. bayarnya pake nasri, fabregas, henry.... hahaha... jualin pemain buat bayar utang stadion biar neraca seimbang... kacian
    • aulia  •  2 bulan yang lalu
      hiii all. bagi wanita yang suka belanja online silahkan add facebook dan like page kami di @Shopa Shope Dennisha, dapatkan baju-baju yang menarik dengan harga yang sangat menarik hati.
      @Shopa Shope Dennisha menyediakan baju-baju untuk kalangan wanita yang hobby belanja online. dan dapatkan FREE ONGKIR KE JAKARTA, BOGOR, BEKASI DAN TANGGERANG setiap pembelian baju :)
    • Galih  •  2 bulan yang lalu
      masukin lagi henry aja pasti akan ada kemajuan,apalagi klo masukin gua di situ bakal ada kemajuan meningkat!!!!hehehehehehe
    • Andrew  •  2 bulan yang lalu
      ga ada salahnya belanja pemain yang lebih berkualitas...

      please deh..
      apakah 7 thn ga dpt gelar msh kurang?

      ga perlu belanja sampe ratusan juta pound tp stidaknya belilah 1-2 bek yg bagus dan reliable sehingga membuat lini dpn lbh tenang dan fokus dlm mengatur serangan..
      • han bie kwang 2 bulan yang lalu
        beli si bek li hyang aja,, dijamin kuat dehh pertahanannya
      • han bie kwang 2 bulan yang lalu
        sama si bek mon hyum..
      • han bie kwang 2 bulan yang lalu
        yang terdiri dari keluarga besar BEK
    • Bensat Curup  •  2 bulan yang lalu
      yg penting gonners mpe mati..VCC
    • lim fluorish  •  2 bulan yang lalu
      terus maju arsenal, yang penting bisa masuk empat besar dan tampil di eropa aja dah lumayan lah. dukung arsenal sampai mati!!!
    • Herdi  •  2 bulan yang lalu
      tetep gunners,.apapun britanya.. ..
    • Ujang_Bedil  •  2 bulan yang lalu
      yang salah besar jelas owner Arsenal Stan Kroenke. Arsenal adalah klub terkaya ke dua di Inggris tapi beli pemain kelas 2 melulu. Dengan skuad yg ada sekarang, siapapun pelatihnya tidak akan bisa membawa Arsenal juara Liga apalagi Champion. Dulu permainan Arsenal sangat indah dan bagaikan versi 2nya Barcelona. Tapi seiring makin pelit membeli pemain bintang, akhirnya Arsenal skrg tidak lagi menarik untuk ditonton..

      Solusi cuma 1: Owner berubah pikiran dari business oriented tanpa memikirkan gelar, menjadi business oriented dgn tujuan utama memperoleh gelar sebanyak banyaknya. Gelar datang, uang sponsor datang jauh lebih besar. MU dan Barcelona bergelimang gelar dan mereka memperoleh uang lebih besar daripada Arsenal..
    • Iqbal  •  2 bulan yang lalu
      Arsenal belum habis gan, hanya butuh lebih banyak pengalaman pemain muda.
      tunggu aja musim depan :)
      • Brahma 2 bulan yang lalu
        musim lalu juga bilnagnya begitu...
    • catlike_thief  •  2 bulan yang lalu
      the man behind the gun nya juga da pd kabur, ga ad sosok leadership /kapten yg hebat kek adams, king H, atw patrick V... atw keknya dukun nya kurang paten sob^^
    • AS. RANGKUTI  •  2 bulan yang lalu
      Karena ARSENAL tidak bisa memenangkan Pertandingan sebanyak mungkin. Kalau Arsenal bisa pasti JUARA.
    • wiseman said  •  2 bulan yang lalu
      kalau masalah manajerial, seharusnya tidak mengganggu performa team. karena klub/organisasi pasti sudah punya visi dan misi, masalah keluar masuk staff sudah biasa dan bisa diatasi. seperti MU kehilangan David Gill ke Chelsea, dimana Gill juga oarang berpengaruh di MU karena pemikiran beriring lurus dengan SAF dan kebijakan klub dalam memilih pemain muda dengan potensi bintang. kehilangan Gill tidak "menggoyahkan" MU, belum lagi berganti2nya assisten mng. SAF.
      sebagai pecinta sepak bola, menurut saya letak kesalahan Wenger berbanding terbalik dengan SAF. Wenger tidak mampu menjaga konsistensi tim pada masa transisi usia pemain khususnya di lini pertahanan (gelandang bertahan, dan bek), bahkan saya berani bilang Wenger tidak mampu menciptakan masa transisi tersebut. Sepeninggalan Tony Adams, Martin Keown, Patrick Viera tidak ada pemain pengganti sepadan mereka.
      SAF pun tidak sempurna, dimasa2 transisi tersebut juga mengalami pnurunan prestasi seperti brakhirnya era Dwigth York cs, lalu era sekarang, namun biasanya tidak puasa gelar sama sekali (walau piala2 kelas 2 & 3) tapi biasanya periode ini hanya makan 1-2 tahun untuk mematangkan pemain muda.
    • Suara Marjinal  •  2 bulan yang lalu
      bukan salah wenger, tp salah manajemennya yang terlalu irit bwt belanja pemain...
    • Wati  •  2 bulan yang lalu
      Bodo amat,,,,,,
      maju terus Arsenal......
    • Manusia Biasa  •  2 bulan yang lalu
      Arsenal show your gun!!
    • EDDY  •  2 bulan yang lalu
      roda terus berputar....... hal itu tentu berlaku buat arsenal.. dan pasti suatu saat Arsenal kembali berjaya....... !
    • Ardie  •  2 bulan yang lalu
      poor arsenal

    Yahoo! Indonesia di Facebook

    Jajak Pendapat

    Siapa penjaga gawang terbaik di Eropa saat ini?

    Memuat...
    Opsi Pilihan Jajak Pendapat