TEMPO.CO, Madrid - Gelandang Spanyol, Francesc Fabregas, mengakui bahwa dia dulu adalah seorang penyerang. Namun Fabregas menyatakan pernah gagal melakoni peran tersebut.
»Saya pernah bermain sebagai pemain nomor 9. Ketika itu saya bermain di Barcelona dan masih berusia tujuh atau delapan tahun,” kata Fabregas seperti dilansir Marca, Rabu, 27 Juni 2012
»Saya memakai nomor punggung 9 dan bermain sebagai penyerang tengah,” ujar mantan pemain Arsenal ini. ”Namun saya tidak bisa melakukannya dengan sangat baik karena mereka (pelatih) tidak memainkan saya.”
Pemain bernomor 10 itu kini memainkan peran yang hampir sama ketika ia masih kecil. Pelatih Vicente del Bosque menempatkannya sebagai penyerang bayangan dalam formasi false nine (formasi dengan penyerang bayangan). Cesc--sapaan Fabregas--pun berhasil melesakkan dua gol dalam empat laga.
»Saya menikmatinya dan nyaman karena saya bebas beroperasi di lapangan,” kata pemain berusia 25 tahun ini. »Tapi, yang paling penting, siapa pun yang melakukannya adalah untuk Spanyol. Saya akan mencoba dan mencetak gol untuk membantu timnas.”
Cesc sebelumnya pernah melakoni posisi penyerang bayangan pada musim lalu bersama Barcelona. Ia pun disamakan dengan pelakon posisi itu di Barca, Lionel Messi. Namun Fabregas menolak hal tersebut. »Saya tidak seperti Messi karena dia adalah pemain terhebat,” tutur Fabregas.
Formasi false nine sendiri sebetulnya bukan Barcelona atau Spanyol yang menemukannya. AS Roma dalam masa kepelatihan Luciano Spaletti pernah menerapkan formasi itu. Kala itu Francesco Totti ditugaskan sebagai penyerang bayangan. Namun efeknya tak sehebat Barcelona.
MARCA | ANTONIUS WISHNU


