Dari Rasa Sakit Menjadi Prestasi

Ghiboo.com - Membalap dengan rasa sakit mungkin bukan yang pertama dialami oleh para pebalap. Casey Stoner sudah pernah merasakannya, atau Valentino Rossi yang membalap dengan pen yang tertanam di kakinya, saat mengalami cedera pada bagian lengannya. Di balapan MotoGP yang berlangsung di sirkuit Silverstone Minggu lalu (17/6), Cal Crutchlow pun ikut merasakannya.


Mengalami cedera engkel saat sesi kualifikasi dan tidak berhasil menyelesaikannya membuat Cal Crutchlow pun harus star di posisi ke 20 alias paling terakhir. Tapi sebuah prestasi luar biasa yang membuatnya bisa finis di urutan keenam. Sesuatu yang tidak buruk bagi seprang pebalap yang harus memulai start paling terakhir dan sedang mengalami cedera engkel.


"Ini balapan yang sulit, tapi saya berusaha sebisa mungkin untuk menghalau rasa sakit dan membiarkan rasa sakit untuk menambah adrenalin membalap saya, plus dukungan para penonton di Silverstone yang membuat saya bertahan", ujar Cal Crutchlow seperti dilansir dari crash.net (18/6)


Kalau Cal Crutchlow bisa bertahan di atas "rasa sakitnya" dalam membalap, siapa pun pasti juga bisa memberikan yang terbaik saat ia berada dalam posisi tekanan apa pun.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Yahoo! Indonesia di Facebook

Jajak Pendapat

Menurut Anda, berapa lama laga final Liga Champions pada 26 Mei 2013 dinihari waktu Indonesia?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat