Dahlan Minta Publik Beri Masukan Soal Mobil Listrik

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengharapkan kritikan dan masukan masyarakat tentang penyempurnaan mobil listrik.

"Mobil listrik masih terus disempurnakan untuk itu perlu masukan dari masyarakat," katanya di sela-sela acara penyambutan mahasiswa baru Universitas Indonesia (UI) di Balairung Depok, Selasa.

Menurut dia pengembangan tiga mobil listrik yang diproduksi oleh warga Depok Dasep Ahmadi sebenarnya sudah cukup baik namun memang masih diperlukan lagi penyempurnaan-penyempurnaan agar benar-benar laik jalan.

"Saya sudah meminta Dasep agar membuat daftar apa saja yang perlu disempurnakan dari mobil listrik buatannya tersebut," ujarnya.

Menurut Menteri, dari tiga mobil yang diproduksi oleh Dasep satu untuk dirinya sendiri sedangkan dua lainnya untuk jajaran pimpinan PLN.

Dahlan juga berharap tiga mobil baru yang merupakan penyempurnaan dari tiga sebelumnya akan bentul-betul mampu menjadi kendaraan yang siap digunakan oleh masyarakat.

Dahlan juga menjelaskan dari hasil ujicoba yang dilakukan mobil listrik ciptaan Dasep cukup baik, namun memang perlu adanya penyempurnaan. "Ketika saya kendarai mobil tersebut baik, adalah layar dashboard terlalu terang dan perlu ditambah aksesoris-sksesoris," katanya.

Ia juga mengungkapkan terdapat tiga manfaat yang diperoleh masyarakat untuk menggunakan mobil listrik. Pertama hemat BBM sebab BBM pasti akan habis dan akan mahal, kedua masyarakat ingin bahan bakar yang murah, dan yang ketiga adalah ramah lingkungan.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Yahoo! Indonesia di Facebook