laporan wartawan Surya, Irwan Syairwan
TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Arema LPI terancam kena sanksi AFC, menjelang perempat final AFC Cup September mendatang. Pasalnya, pengurus klub yang bermarkas di Jalan Jakarta 48 Kota malang ini tidak memiliki manajer tim dan media officer.
Menurut aturan AFC, saat sesi konferensi pers, official tim harus datang lengkap meliputi pelatih, kapten tim, manajer, dan media officer. Sedangkan hari ini, Senin (3/9/2012), Manajer Tim Arema, Brillyanes Sanawiri, menyatakan mengundurkan diri dari jabatan Manajer Tim Arema. Bahkan Media Officer Arema, Noor Ramadhan, sebelum bulan puasa sudah lebih dahulu mengundurkan diri.
“Sebetulnya saya sudah dinonaktifkan sejak Agustus, tapi pelatih meminta saya untuk terus menemani. Posisi ini dilematis, karena secara legal saya sudah tidak berhak lagi berada di sini. Karena tidak ada kejelasan juga dari pemilik Arema, maka hari ini (Senin) saya memilih mengundurkan diri,” kata Brillyanes Sanawiri melalui pesan pendek.
Saat dikonfirmasi, Asisten Manajer Arema, Rizki Dachlan, juga tidak menampik lowongnya dua posisi itu. Rizky menuturkan hanya tinggal posisi dirinya, sebagai Asisten Manajer Arema yang masih ada dalam susunan kepengurusan. "Saat ini kedua posisi tersebut memang kosong. Tapi sebelum perhelatan AFC Cup dimulai, Insya Allah kami akan melengkapinya," terangnya.
Rizky menuturkan, sanksi AFC bukan diskualifikasi, tapi denda Rp 100 juta. “Sebisa mungkin akan kami tunjuk segera agar tidak kena sanksi. Walau bentuknya cuma denda, tentu ini nanti bisa mencoreng nama Indonesia di mata tim lawan dan juga Asia. Kami pasti akan segera mengisi posisi itu,” tukas Rizky.


