APPI: Mau Kemana Lagi Sekarang?


OLEH TEGAR PARAMARTHA                                                                        Ikuti di twitter
Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mengaku bingung hendak ke mana lagi untuk memperjuangkan hak-hak pemain-pemain sepakbola yang berkarir di sepakbola Indonesia, terutama mereka yang belum mendapatkan gaji sesuai kontrak.

General Manager APPI, Valentino Simanjutak mengatakan pihaknya telah berjuang ke banyak pihak untuk menuntut penyelesaian masalah gaji dan juga dualisme PSSI dan tim nasional, namun usaha mereka masih belum memperlihatkan banyak hasil hingga sampai saat ini.

"Sudah sedemikian banyak stakeholders yang kami temui dan sampai hari ini penyelesaian permasalahan gaji dan tim nasional Indonesia masih sangat lambat progress nya dan lebih banyak menimbulkan kebingungan bagi pesepakbola maupun masyarakat pecinta sepakbola," ujarnya.

"Walaupun demikian, masih saja ada komentar miring terhadap idealisme kami memperjuangkan pesepakbola dan juga yang mengatakan bahwa kami tidak berbuat apa-apa."

"Seberapa lambatnya pun kemajuan masalah ini APPI memilih untuk terus berjuang dan memiliki harapan bahwa keadaan ini akan dapat diselesaikan. Walaupun sekarang sepertinya adalah waktu yang tepat bagi kami untuk berkata: ‘Mau kemana lagi sekarang’?"

Seperti yang diketahui, APPI memang sudah menemui banyak lembaga terkait untuk mengatasi masalah sepakbola nasional. Pihak-pihak tersebut adalah PSSI, KPSI, PT Liga, PT LPIS, FIFPro Asia dan Internasional, Tim Task Force AFC, FIFA.

Selain itu, APPI juga telah menemui pihak pemerintah Indonesia seperti BOPI, Menpora, Presiden, dan terakhir mereka menyuarakan pendapat mereka kepada Komisi X DPR.



Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Yahoo! Indonesia di Facebook

Jajak Pendapat

Siapa pemenang Liga Champions 2013?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat