TRIBUNNEWS.COM - Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, menyadari betul posisinya mulai terancam menyusul rentetan hasil buruk di awal musim ini. Allegri pun dengan senang hati mendukung Filippo Inzaghi sebagai pengganti.
Saat ini memang nama Inzaghi memang santer disebut-sebut sebagai kandidat pengganti Allegri, selain nama eks pelatih Liverpool Rafael Benitez. Inzaghi sekarang menjabat sebagai pelatih tim junior Milan.
"Saya berharap bertahan lama di klub ini, tetapi saya tak berpikir akan berada di sini selamanya dan menurut saya, Pippo memiliki karakteristik yang tepat untuk mencapai sukses besar di bidang kepelatihan," ujar Allegri di situs Milan, Sabtu (22/9/2012).
Dalam kesempatan tersebut, Allegri juga membantah berselisih dengan Inzaghi di kamp latihan seperti diberitakan media-media Italia. Menurutnya, ia dan Inzaghi hanya bertukar pendapat, tanpa kata-kata ofensif.
"Tak ada yang perlu disampaikan karena memang tak ada apa-apa. Tahun ini, Pippo menjadi pelatih tim muda dan ada kolaborasi total antara tim utama dan tim muda. Memang terjadi diskusi, tetapi tak ada sumpah serapah dan kata-kata ofensif, seperti diberitakan," ungkapnya.
"Kami berdiskusi setiap bulan. Saya bisa mendapatkan gagasan dari mereka, karena saya tak pernah menangani tim muda. Ini adalah dunia baru bagi saya dan ada hal-hal yang bisa saya terapkan di tim utama," tuturnya.
Inzaghi sendiri mengatakan, "Menurut saya, pelatih sudah mengatakan semuanya, tetapi ada hal kecil untuk ditambahkan. (Diskusi) berlangsung kurang dari satu menit dan pemain-pemain muda tak melihat apa pun karena memang tak ada yang perlu dilihat."
Eks striker AC Milan ini mengaku sangat kecewa dengan pemberitaan yang berkembang. "Saya membaca soal anggota keluarga (Milan) ditekan. Kami adalah AC Milan dan kami menginginkan yang terbaik untuk klub ini. Hal-hal seperti itu tak boleh terjadi."
Menurut pemberitaan di Italia, perselisihan terjadi ketika Allegri mengunjungi pusat latihan tim muda Milan, Vismara, pekan ini. Pembicaraan Allegri dan Pippo disebut dimulai dengan jabat tangan dan berkembang sampai suasana berubah menjadi tegang.
Inzaghi disebut mengatakan Allegri tidak mengerjakan tugas dengan cukup serius, sementara Allegri disebut menuduh Inzaghi berusaha menggantikan posisinya. "Sejauh saya tahu, insiden itu tak pernah terjadi," kilah Wakil Presiden AC Milan, Adriano Galliani.(Tribunnews/ka7)


