TRIBUNNEWS.COM, PAMEKASAN - Setelah menelan tiga kali kekalahan beruntun, akhirnya Persepam Madura United (PM-U) mampu meraih poin penuh di laga kandang, di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Sabtu (9/2/2013) malam.
Kemenangan 2-1 atas Persidafon Sorong dalam laga lanjutan Indonesian Super League (ISL) itu diraih Zainal Arif cs dengan perjuangan keras. Mengingat tim tamu juga memberikan perlawan sengit.
Lini tengah PM-U yang awalnya menjadi sorotan karena minimnya kreativitas, berhasil menciptakan gol pembuka melalui tendangan voli pemain rekrutan anyar, Kristian Adelmunt dari jarak jauh di massa injury time. Skor 1-0 menjadi penutup di babak pertama.
Tertinggal satu gol, tim tamu yang dikomando Andri Bo lebih meningkatkan tempo permainan. Keasyikan menyerang, membuat pertahanan Persidafon sedikit longgar.
Terbukti, gol kedua tercipta melalui serangan balik cepat dari sisi kiri pertahanan Persidafon Sorong.
Zainal Arif yang berdiri bebas dengan mudah menambah pundi-pundi gol melalui sundulan yang gagal diantisipasi penjaga gawang Selsius Gebze di menit 18.
Tim tamu berhasil memperkecil ketertinggalan di penghujung babak kedua melalui pemain belakng Marcelo Cireli, setelah memanfaatkan polemik di depan gawang Galih Firmansah.
"Ada perubahan di lini tengah dengan masuknya Adelmon dan Kadafi. Permainan menjadi lebih hidup. Tinggal ada pembenahan di barisan depan saja," ungkap Achasanul Qosasih.
Tumpulnya lini depan PM-U diakui pelatih Daniel Rukito. Menurutnya, Osas Saha terlalu terbebani setelah gagal menciptakan gol di laga-laga sebelumnya.
Sementara itu, pelatih Persidafon Sorong Erenst Pehelerang mengakui keunggulan tuan rumah dengan permainan disiplin, terutamat di barisan belakang. (ahmad faisol/surya)


