Peluang Chelsea untuk meraih gelar juara Liga Inggris sudah nyaris habis. Tapi setidaknya mereka masih punya kemenangan kecil...melawan iklan.
Sebulan terakhir ini, Chelsea memang sangat berang pada sebuah papan iklan yang dimiliki oleh rumah judi Paddy Power. Bukan apa-apa, iklan itu berisi ledekan untuk striker mahalnya, Fernando Torres, dan diletakkan di seberang markas mereka, Stamford Bridge.
Di papan iklan itu, Paddy menulis, “Fernando, kami punya kantong bawang yang bisa kamu temukan. Ada di dalam van pembuat burger. Jangan lupa kenakan penutup rambutmu.” Di Inggris, kantong bawang atau onion bags adalah istilah untuk menyebut jaring di belakang gawang. Jelas, iklan itu ditujukan untuk Torres yang di tahun 2013 ini baru mencetak tiga gol (satu di Liga Europa dan dua di Piala FA).
Chelsea tidak bisa berbuat banyak kecuali meminta pemerintah setempat menurunkan iklan itu. Untunglah, permintaan itu dikabulkan oleh Dewan Daerah Hammersmith dan Fulham dengan alasan keberadaan papan
Postingan Blog oleh Arya Perdhana
Liquid C1, Ponsel Pintar Berprosesor Intel
Oleh Arya Perdhana | Jagat Pintar – Kam, 7 Mar 2013 15:51 WIB
Yahoo! Indonesia/Arya Perdhana
Selama ini publik Indonesia mengenal Intel sebagai produsen prosesor untuk PC dan laptop. Salah satu produsen komputer, Acer, kemudian mengajak Intel ke dalam pasar ponsel pintar.
Di Jakarta, Rabu (6/3/2013), Acer memperkenalkan Liquid C1 untuk pasar Indonesia. Ditenagai prosesor Atom Z2420 berkecepatan 1,2 GHz, Liquid C1 adalah ponsel pintar berprosesor Intel pertama di Tanah Air.
Dari segi fitur, tidak ada hal baru yang ditemukan di Liquid C1. Soal layar, seperti tren yang tengah berkembang saat ini, Liquid C1 punya layar besar berukuran 4,3 inci. Selain itu, C1 juga dipersenjatai dengan RAM sebesar 1 GB, sangat lega untuk mengusung sistem operasi Android Ice Cream Sandwich.
Langkah Acer memproduksi smartphone bersama Intel didasari keyakinan bahwa komputasi masa depan dilakukan di ponsel, bukan cuma di desktop.
“Ponsel pintar bukanlah form factor belaka. Ini adalah komputer dengan ukuran sangat kecil,” ujar ST Liew, President of Smartphone Business Group Acer, di depan para wartawan Selengkapnya »dari Liquid C1, Ponsel Pintar Berprosesor IntelTahun lalu, Ratu Elizabeth merayakan ulang tahun ke-60 dirinya naik takhta. Hadiah-hadiah pun berdatangan, dan beberapa di antaranya masuk kategori aneh dan ajaib.
Seperti dilansir Daily Buzz, Istana Buckingham baru-baru ini merilis daftar hadiah-hadiah itu. Contohnya, ada seseorang yang memberi hadiah bayi llama. Tapi tampaknya mamalia yang berasal dari Amerika Selatan itu tidak boleh dipelihara di dalam Istana.
Ini dia yang hebat. Pemerintah Inggris memberi hadiah buat ratunya sebagian dari benua Antartika. Iya, kami tidak salah tulis. Sebuah kawasan seluas 169.000 mil persegi di benua yang tertutup es itu kini dinamai tanah Ratu Elizabeth.
Sejumlah tokoh dunia juga tidak ketinggalan memberi hadiah impresif buat sang ratu. Presiden Amerika Barack Obama dan istrinya Michelle mengirim kotak perak bikinan Tiffany and Co tahun 1950.
Sementara Presiden IOC Jacques Rogge mengirim satu set medali emas, perak dan perunggu seperti yang didapat atlet pemenang Olimpiade.
Selengkapnya »dari Hadiah-hadiah buat Ratu Elizabeth
Selengkapnya »dari Tunggal Putra Indonesia Habis
Dua pebulutangkis putra Indonesia harus angkat koper dari Olimpiade 2012. Taufik Hidayat dan Simon Santoso sama-sama menyerah pada pemain terbaik dunia.
Taufik yang bermain lebih dulu di Wembley Arena, Rabu (1/8/2012), harus mengakui keunggulan tunggal putra Cina, Lin Dan. Lin yang dalam 15 pertemua sebelumnya menang 12 kali atas Taufik sukses melangkah ke perempat final dengan skor 21-9, 21-11.
Di perempat final, Lin Dan yang merupakan peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 bakal ditantang pemenang pertandingan antara tunggal Jepang Sho Sasaki melawan pemain kualifikasi asal Guam, Kevin Cordon.
Nasib yang dialami Taufik juga menerpa Simon Santoso. Menghadapi pemain Malaysia Lee Chong Wei, Simon tak berkutik dan menyerah dua set langsung, 12-21, 8-21. Rekor 7 kemenangan dalam 8 pertemuan yang dicatat Lee sebelum pertandingan menyiratkan perbandingan kekuatan yang timpang.
Di perempat final, Lee bakal berjumpa pebulutangkis India, Kasyhap Parupalli yang sebelumnya menundukkan pemain Sri
Selengkapnya »dari Ganda Campuran Gagal Sumbang Gelar
Indonesia akhirnya hanya mendapat satu gelar dari Djarum Indonesia Open Super Series 2012. Sukses Simon Santoso gagal diikuti oleh ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.
Memainkan partai final terakhir di Istora Senayan, Minggu (17/6/2012) malam, Tontowi/Liliyana menyerah 17-21, 21-17, 13-21 di tangan ganda Thailand Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam setelah bertanding selama 1 jam 13 menit.
Artinya, Indonesia hanya mendapat satu gelar dari tunggal putra usai Simon Santoso mengatasi Du Pengyu. Thailand mendapat satu gelar, Cina satu gelar dari ganda putri atas nama Wang Xiaoli/Yu Yang, India kebagian satu gelar lewat tangan Saina Nehwal dan Korea merebut nomor ganda putra lewat usaha Lee Yong Dae/Jung Jae Sung.
Dalam jumpa pers usai pertandingan, pelatih Sudket/Saralee, Udom Luangpetcharaporn, menyebut bahwa kunci sukses anak asuhnya adalah berkat pola permainan defensif yang sukses meredam kecepatan yang dimiliki Tontowi/Liliyana.
“Hari ini kami mengubah rencana. Kami tidakAtasi Du Pengyu, Simon Berjaya di Kandang
Oleh Arya Perdhana | Yahoo! Olahraga – Min, 17 Jun 2012 18:04 WIB
Selengkapnya »dari Atasi Du Pengyu, Simon Berjaya di Kandang
Tak percuma sekitar 5.000 penonton di Istora Senayan meneriakkan nama Simon Santoso berkali-kali di final Djarum Indonesia Open Super Series 2012. Lewat perjuangan keras selama tiga set, Simon akhirnya tampil sebagai juara.
Dalam final tunggal putra yang digelar Minggu (17/6/2012), Simon menuntaskan permainan dalam waktu 1 jam 19 menit dan menyudahi perlawanan Du lewat rubber game, 21-18 13-21 21-11.
Di set pertama, Simon sempat melejit sangat jauh, 17-7. Namun keunggulan yang lebar itu perlahan dikikis oleh Du yang bermain ngotot dan tanpa beban sampai posisi 20-18. Tapi pada akhirnya Simon bisa menutup set pertama ini dengan keunggulan 21-18.
Permainan terbaik Simon gagal ia tampilkan di set kedua. Du yang ditempatkan sebagai unggulan kedelapan pun memegang kendali permainan sejak awal. Du sempat memimpin 11-4 sebelum Simon menipiskan skor jadi 13-11 saja. Tapi banyaknya kesalahan sendiri yang dibuat Simon membuat unggulan ketujuh itu menyerah 13-21 di set kedua.
Di set pamungkas, SimonTontowi/Butet Bikin Indonesia Punya 2 Finalis
Oleh Arya Perdhana | Yahoo! Olahraga – Sab, 16 Jun 2012 20:52 WIB
Selengkapnya »dari Tontowi/Butet Bikin Indonesia Punya 2 Finalis
Indonesia menempatkan dua wakil di final Djarum Super Indonesia Open Super Series 2012. Selain Simon Santoso, ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir juga menyegel tiket ke partai puncak.
Melalui pertandingan seru selama tiga set di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (16/6/2012), Tontowi/Liliyana yang diunggulkan di tempat ketiga sukses memupus harapan unggulan kedua Ma Jin/Xu Chen dengan skor 21-16, 15-21, 21-16.
Di set pertama, Tontowi/Liliyana langsung unggul cukup jauh 9-6 dan kemudian 15-6. Ma/Xu sempat memperkecil ketertingalan jadi 19-15, tetapi akhirnya Tontowi/Liliyana akhirnya menyudahi set pembuka ini dengan skor 21-16.
Ma/Xu membalas di set kedua dengan selalu unggul sejak angka pertama. Tontowi/Liliyana sempat mempersempit jarak di posisi 8-7, tetapi keunggulan Ma/Xu tak terbendung. Set kedua diakhiri pasangan Cina itu dengan skor 21-15.
Pertarungan seru terjadi di set ketiga. Kemampuan yang setara di antara kedua pasangan membuat pertandingan berjalan menarik. Setelah
Selengkapnya »dari Kido dan Hendra Kalah Stamina
Ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan gagal melangkah ke final Djarum Indonesia Open Super Series 2012 setelah kalah di tangan ganda Korea, Lee Yong Dae/Jung Jae Sung. Stamina jadi kunci kekalahan itu.
Walau didukung ribuan penonton di Istora Senayan Jakarta, Sabtu (16/6/2012), Kido/Hendra kalah rubber game 21-14, 17-21, 15-21, di tangan Lee/Jung yang merupakan unggulan kedua di turnamen berhadiah total 650 ribu dolar Amerika itu.
Keunggulan yang diperlihatkan Kido/Hendra di set pertama membuat mereka menang cukup jauh. Tapi hal itu tidak bisa mereka pertahankan di set kedua, terlebih lagi di set ketiga.
“Menang di set pertama karena serangan kami banyak yang tembus. Set kedua, serangan makin susah tembus dan stamina kami turun. Di set ketiga, tinggal sisanya,” ungkap Kido dalam konferensi pers usai pertandingan.
“Di set kedua, mereka mengubah pola permainan. Akhirnya kita keserang terus. Di set ketiga, mungkin kami sudah kalah tenaga,” ujar Hendra yang sebenarnya baru berusia 27 tahun.
Selengkapnya »dari Simon Mengusung Harapan Indonesia
Sudah empat tahun Indonesia tidak pernah menjuarai nomor tunggal putra di Indonesia Open Super Series. Tahun ini, harapan itu tersemat di pundak pemain asal Tegal, Simon Santoso.
Sony Dwi Kuncoro adalah tunggal putra terakhir Indonesia yang berjaya di depan publiknya sendiri, tahun 2008 silam. Saat itu, Sony sukses menundukkan Simon (yang kala itu baru berusia 22 tahun) dengan skor 19-21, 21-14, 21-9.
Tahun ini, Simon punya kesempatan untuk menebus kegagalannya empat tahun silam. Unggulan ketujuh Djarum Indonesia Open Super Series 2012 itu melaju ke final usai mengalahkan tunggal putra India, Kashyap Parupalli, dengan 21-15, 21-12.
“Di set pertama, skornya susul-susulan. Dia lebih sabar, sementara saya sedikit terburu-buru,” ujar Simon di depan pers usai pertandingan. “Tapi di akhir-akhir poin saya sudah bisa lebih tenang dan agresif sehingga bisa menang.”
“Di set kedua, lagi-lagi susul menyusul kan. Saya mencoba mengubah permainan agar kecepatan seya bisa mengalahkan kecepatan dia. Dengan
Selengkapnya »dari Greysia/Meiliana Gagal ke Final
Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Meilianan Jauhari harus mengubur mimpinya maju ke final Djarum Indonesia Open Super Series 2012. Greysia/Meilana menyerah di tangan ganda Cina, Tian Qing/Zhao Yunlei, 16-21, 21-17, 19-21.
Bertanding di bawah dukungan ribuan penonton yang memadati Istora Senayan, Sabtu (16/6/2012), Greysia/Meiliana memulai dengan baik dan unggul di awal set pertama. Namun ganda Cina yang jadi lawannya menyamakan skor di posisi 6-6 dan kemudian pertandingan berjalanan ketat hingga poin 13-13.Setelah titik itu, permainan Greysia/Meilianan menurun. Akibatnya, Zhao/Tian yang merupakan unggulan kedua di turnamen ini melaju tak terkejar dan menutup set pembuka ini dengan skor 21-16.
Di set kedua, Greysia/Meilana tampil lebih baik ketimbang lawannya. Pasangan non-unggulan itu sempat memimpin 10-6 dan lawan mencoba mengejar, tetapi mereka berhasil menahan laju lawan sebelum menutup set kedua dengan 21-17 dan memaksakan set ketiga.
Asa Greysia/Meiliana untuk maju ke final tampak
Artikel Terpopuler
Blog Olahraga
Adu Kreativitas Arjen Robben vs Marco Reus
Penampilan Reus di babak semi final menghadapi Real Madrid bisa dibilang sangat bagus. Di laga pertama, ia membuat dua assist pada Lewandowski, yang total mencetak empat gol dalam laga pertama yang Lainnya »
Arena - 17 jam yang laluPiala Sudirman 2013: Berjodoh dengan Cina
Inilah pertama kalinya kedua negara langsung saling ‘bunuh’ di babak perempat final. Di gelaran sebelumnya, Cina dan Indonesia merupakan pelanggan babak semifinal. Kedua negara ini tak pernah Lainnya »
Arena - 19 jam yang laluSiapa Terbaik di lini Tengah?
Lini tengah memiliki peranan vital dalam permainan tim. Karenanya, duel Schwiensteiger dan Ilkay Gundogan akan menentukan pemenang trofi “The Big Ear”. Lainnya »
Arena - 21 jam yang lalu







