Roberto Di Matteo benar-benar membawa perubahan signifikan bagi Chelsea setelah ditunjuk menjadi pelatih sementara The Blues pada 4 Maret 2012 lalu, menggantikan Andre Villas-Boas yang dipecat.
Di awal penunjukan, banyak pihak yang meragukan kualitas Di Matteo karena kariernya sebagai manajer West Bromwich Albion biasa-biasa saja. Tapi data statistik menunjukkan, pria 41 tahun itu cukup oke menangani Chelsea yang berisikan beberapa pemain tua.
Menurut pengumpul data statistik olahraga Opta Sports, Chelsea telah memenangkan 80 persen pertandingan yang diikutinya di semua kompetisi. Termasuk saat mengalahkan Barcelona 1-0 di semi final leg pertama Liga Champions, Kamis (19/4) dinihari WIB.
Opta mencatat John Terry dkk mampu menang 10 kali, imbang dua kali dan cuma kalah sekali.
Penampilan Chelsea secara kasat mata juga lebih taktis dan penuh determinasi. Mereka lebih kokoh dalam bertahan. Lini tengah The Blues yang biasanya diisi oleh Frank Lampard, Raul Meireles, John Obi Mikel, Ramires dan Juan Mata benar-benar menjadi “'saringan”' pertama sebelum lawan mendekati pertahanan.
Para gelandang tersebut, terutama Lampard dan Meireles sangat baik memerankan fungsi untuk menyeimbangkan lini tengah dengan tekel dan pelepasan umpan yang akurat.
Chelsea, yang di masa Villas-Boas tampil dengan tren tidak stabil, kini sudah mencapai Final Piala FA, menempati peringkat keenam hingga pekan ke-33 klasemen sementara Premier League dan punya keunggulan satu gol untuk menjalani leg kedua semi final Liga Champions melawan Barcelona.
Salah satu keunggulan Di Matteo sebenarnya terletak pada cara mantan pemain Lazio itu mendekati pemainnya, terutama pemain senior.
Di Matteo lebih sering bicara secara personal mengenai kondisi dan taktik tim secara keseluruhan kepada Frank Lampard dan kapten John Terry — dua pemain Chelsea yang kabarnya tidak dapat 'disentuh'.
"Ia berbicara kepada para pemain di ruang ganti tim, raihlah yang terbaik dan meminta hal-hal yang sederhana dilakukan dengan benar," Lampard menjelaskan, seperti yang dilansir oleh situs Goal.com Indonesia, Selasa (17/4).
Dari komentar Lampard di atas, bisa diketahui Di Matteo paham betul kondisi psikologis anak asuhnya.
Baca Juga:
Tiga Sebab Andre Villas-Boas Dipecat
Montella, Pelatih Masa Depan Italia
Balada PSSI, Timnas dan Liga Super
Bulutangkis Menjadi Darah dan Napas Mereka
Cerita Ricky dan Rexy
Artikel Terpopuler
Hari Ini di Yahoo!
1 - 8 dari 40
Galeri Foto
1 - 8 dari 40
Blog Olahraga
Manuel Neuer dan Roman Weidenfeller: Konsentrasi Penuh!
Kedua klub Jerman akan bertemu di final Liga Champions dan memakai jasa kiper negeri sendiri. Manuel Neuer di pihak Bayern Muenchen, sementara Roman Weidenfeller di sisi Borussia Dortmund. Lainnya »
Arena - Jum, 17 Mei 2013 15:19 WIBThomas Mueller Vs Robert Lewandowski: Beda Tipe Tapi Sama Tajam
Membandingkan seorang gelandang dengan penyerang tentu bukan hal yang lumrah. Tetapi, jika gelandang itu adalah Thomas Mueller maka itu menjadi hal yang bisa dimaklumi. Sementara Robert Lewandowski Lainnya »
Arena - Jum, 17 Mei 2013 14:07 WIBMampukah David Moyes?
Riwayat karir David Moyes memang tidak mentereng (tidak seperti Jose Mourinho yang bergelimang gelar). Selama 11 tahun di Everton, tidak ada satu gelar pun yang mampu dipersembahkan Moyes untuk The Lainnya »
Arena - Jum, 17 Mei 2013 11:55 WIB
Yahoo! Indonesia di Facebook
Aktivitas Teman
Video Terkini
1 - 4 dari 24

