• Getty Images/Alex Livesey


    Ditulis oleh: Sirajudin Hasbi


    Tanpa banyak isyarat, Alex Ferguson mengundurkan diri sebagai manajer Manchester United. Walaupun sudah waktunya — dan memang Sir Alex tak bisa selamanya jadi manajer United — tetap saja berita ini membuat sedih penggemar sedunia.

    Waktu 26 tahun tidaklah sebentar untuk ukuran pelatih yang menangani klub elit. Di era sepak bola modern yang serba instan, belanja pemain besar-besaran dan gonta-ganti pelatih adalah lumrah. Sementara itu, konsistensi dan kesetiaan selama 26 tahun semakin sulit kita temui.

    Bukan pemain hebat tetapi pelatih paling fenomenal
    Alex Ferguson sempat menjadi pemain sepak bola. Tetapi karirnya biasa saja. Namun, ketika memutuskan menjadi pelatih, dunia seakan berubah baginya dan ada jalan lapang yang menjadikannya sebagai salah satu pelatih paling fenomenal yang pernah ada.

    Sir Alex mengawali karir kepelatihannya di St. Mirren pada 1974-1978, dan berhasil membawa klub ini juara Divisi 1 Liga Skotlandia pada musim 1977. Keberhasilannya ini

    Selengkapnya »dari Sir Alex Ferguson: Perjalanan Karir Sang Guru
  • Pertemuan Roma vs Milan di Desember 2012. (Getty Images/Paolo Bruno)


    Ditulis oleh: Aditya Nugroho


    Kompetisi Serie A musim 2012/2013 tinggal tersisa dua laga lagi. Juventus telah memastikan gelar scudetto pada giornata atau pekan ke-35 kala bersua Palermo. Di tempat kedua, Napoli juga telah memantapkan posisi mereka pekan lalu. Keunggulan tujuh angka atas Milan di posisi ketiga dalam sisa dua pertandingan membuat posisi mereka tidak mampu dikejar lagi oleh Rossoneri. 

    Lalu, hal seru apakah yang tersisa dari Serie A?

    Tentu saja ada dua hal yang masih ditunggu-tunggu para tifosi, yaitu satu tiket ke kualifikasi Liga Champions dan kepastian tim mana saja yang akan lolos ke kompetisi Eropa. Selain itu, pertarungan untuk menyelamatkan diri dari jerat degradasi, atau dikenal sebagai salvezza juga menarik untuk ditunggu.

    Pertandingan seru pekan ke-37 antara AC Milan melawan AS Roma yang akan berlangsung Senin (13/5) dini hari WIB nanti di Stadion San Siro menghadirkan kedua tim yang sama-sama berniat mengamankan posisi. Bagi Roma, kemenangan akan mengamankan

    Selengkapnya »dari Prediksi AC Milan vs AS Roma: Duel Dua Penyerang Tajam
  • Pembukaan SEA Games 2011 di Stadion Jakabaring, Palembang. (Tempo/Aditia Noviansyah)

    Di Indonesia, apa yang terjadi selepas perhelatan besar semacam Pekan Olahraga Nasional atau SEA Games? Yup, biasanya stadion olahraga serta sarana penginapan kerap menjadi bahan liputan media. Bukan karena sisa-sisa kemegahan, melainkan karena terbengkalai. 

    Kompleks Olahraga Jakabaring di Sumatera Selatan mencoba melepaskan diri dari nasib seperti itu. Sarana olahraga yang dibangun (dan pertama kali digunakan) untuk SEA Games 2011 itu ingin terus berguna dan menjadi tempat berlangsungnya rangkaian kegiatan olahraga — apa pun levelnya.

    Pemerintah daerah beserta komite olahraga telah bekerjasama menciptakan peluang di kompleks olahraga seluas 325 hektare dan senilai Rp2,2 triliun itu. Hasilnya? Beberapa kejuaraan lokal dan internasional telah jadi agenda rutin di Jakabaring.

    Piala Dunia Waterski dan Wakeboard, misalnya, akan diselenggarakan pada awal Mei 2013 ini. Kejuaraan ini sudah memasuki penyelenggaraan kedua setelah sempat berlangsung di tempat yang sama pada November 2012.

    Selengkapnya »dari Kompleks Jakabaring Tak (Boleh) Mati
  • Ditulis oleh: Sirajudin Hasbi

    Pertandingan antara PSPS Kampar vs Barito Putra, Sabtu (27/4) lalu seolah-olah menjadi ajang pembuktian penyerang Barito asal Mali, Coulibaly Djibril. Bagaimana tidak, di laga itu dia bisa mencetak empat gol dan memberi kemenangan 5-2. Inilah gol terbanyak dalam satu pertandingan yang berhasil dicetak oleh Barito Putra sejauh ini di Liga Super Indonesia 2013.

    Dalam pertandingan, Coul - nama panggilannya - membuktikan dia lihai dalam mengobrak-abrik pertahanan lawan. Gol pertamanya didahului dengan mengecoh tiga bek PSPS sebelum menghujam gawang Fance Hariyanto dengan tendangan kaki kanan terukur. Gol ketiga dan keempatnya semakin menunjukkan kepandaiannya menggiring bola dan mengelabui pemain lawan.

    Tendangannya keras dan punya akurasi yang cukup baik. Data @labbola menunjukkan dalam pertandingan tersebut, Coul berhasil melakukan delapan kali percobaan tendangan ke arah lawan. Empat diantaranya tepat sasaran dan kesemuanya menghasilkan gol.

    Predator di

    Selengkapnya »dari Coulibaly Djibril: Penyerang dengan Teknik Komplet
  • Pertarungan Iniesta dan Schweinsteiger di laga leg pertama semi final Liga Champions antara Muenchen vs Barca. (Getty Images/Stuart Franklin)


    Ditulis oleh: Sirajudin Hasbi


    Kehadiran Real Madrid, Barcelona, Bayern Muenchen dan Borussia Dortmund di semifinal Liga Champions menunjukkan supremasi Spanyol dan Jerman di dunia sepak bola Eropa. Bagaimana dua negara ini meraih kejayaan itu? Jawabannya adalah program pembinaan pemain muda.

    Dalam tulisan ini, kami akan bercerita mengenai dua akademi sepak bola terbaik di Spanyol (La Masia dan Madrid Castilla) dan peran federasi Jerman dalam membina pemain muda melalui kerja sama dengan klub, perguruan tinggi dan elemen lain.

    La Masia

    La Masia adalah salah satu akademi terdepan di Spanyol. Berdiri pada akhir dekade 1970-an, akademi ini merupakan ide seorang Belanda bernama Johan Cruyff ketika dia mulai bermain untuk Barcelona. La Masia mengacu ke akademi Ajax Amsterdam, almamater Johan Cruyff. 

    Sebuah gedung tua di dekat Camp Nou diubah fungsinya menjadi asrama kadet yang dididik bermain sepak bola dengan baik dan benar — tanpa melalaikan kewajiban sekolah formal. 

    Hasil pendidikan La

    Selengkapnya »dari Mengintip Pembinaan Pemain Muda di Spanyol dan Jerman
  • Ditulis oleh: Aditya Nugroho

    Jauh sebelum David Beckham dan Cristiano Ronaldo menjadi ikon sepak bola dengan penampilan dan gaya hidup ala selebritas, dunia telah mengenal beberapa pemain legendaris yang memiliki tingkah seperti itu.

    Andalan Brasil tahun 1950-an, Garrincha, adalah pemain hebat yang juga terkenal kontroversial. Pemain sayap kanan dengan giringan bola mantap ini membawa Brasil memenangi dua Piala Dunia tahun 1958 dan 1962. Pemain yang namanya diambil dari sebuah spesies burung ini dikenal sebagai pecandu alkohol dan hidup dengan banyak wanita.

    Lain lagi dengan George Best. Pemain sayap kiri asal Irlandia Utara ini dianggap salah satu pemain terbaik dunia yang belum pernah mencicipi turnamen besar antar negara (Piala Eropa dan Piala Dunia). Selain permainan briliannya di lapangan kala membela Manchester United di tahun 1963 hingga 1974, Best juga dikenal sebagai pecandu alkohol, pesolek dan suka berganti-ganti pasangan.

    “Sembilan puluh persen uang yang saya dapat saya

    Selengkapnya »dari Gigi Meroni: Seniman, Pesolek dan Olahragawan Dalam Satu Tubuh
  • Torino saat ini (Getty Images/Mario Carlini)


    Ditulis oleh: Aditya Nugroho


    Meski bukan yang tertua di dunia, kompetisi sepak bola Liga Italia tetap dianggap sebagai kompetisi klasik yang sudah berjalan sejak 1898 silam. Sebelum kompetisi dengan format Serie A bergulir yang dimulai pada1929, kompetisi sepak bola Italia menggunakan sistem turnamen regional.

    Secara total, Juventus menjadi pengumpul gelar juara terbanyak kompetisi negeri ini. Gelar asli yang mereka miliki sebanyak 31 buah sebelum dua gelar dicopot setelah skandal calciopoli. Di bawah Juve, muncul AC Milan dan Inter Milan yang mengikuti dengan 18 gelar.

    Selanjutnya, tercipta jarak yang cukup besar soal pengumpul terbanyak gelar juara liga karena di bawah trio tersebut baru muncul Genoa yang mengumpulkan sembilan gelar. Di bawah Genoa, terdapat tiga klub yang mengumpulkan tujuh gelar yaitu Torino, Bologna dan Pro Vercelli.

    Baik Torino, Bologna maupun Pro Vercelli merajai Liga Italia di masa lampau. Sebelum Serie A bergulir, Genoa dan Pro Vercelli adalah tim terbaik.

    Selengkapnya »dari Tragedi Superga, Akhir dari Sebuah Generasi Emas
  • Getty Images/Mike Hewitt


    Ditulis oleh: Arsyad Muhammad Fajri


    Borussia Dortmund akhirnya memastikan diri melaju ke partai puncak Liga Champions 2012/2013. Kepastian ini didapat setelah Dortmund unggul agregat 3-4 atas juara Spanyol Real Madrid, Rabu (1/5) dinihari WIB. Meski pada leg dua di Santiago Bernabeu Madrid berhasil unggul dengan skor 2-0 Dortmund masih unggul agregat 4-3 berkat kemenangan 4-1 seminggu sebelumnya.

    Pada leg kedua ini Jose Mourinho melakukan perubahan pada susunan pemainnya. Sergio Ramos bergeser ke bek tengah, bek kanan pun diisi Michael Essien. Di sektor tengah Luka Modric berduet dengan Xabi Alonso. Mesut Oezil yang semula mengisi sayap kanan kembali bermain di posisi nomor 10, yaitu sebagai pengatur serangan. Angel Di Maria mengisi sayap kanan.

    Perubahan ini membuat Madrid lebih leluasa menguasai lini tengah. Luka Modric yang di pertandingan pertama kurang maksimal kali ini menjadi tumpuan serangan Madrid. Modric terlihat lebih nyaman bermain di jantung tengah. Fokus pemain Dortmund

    Selengkapnya »dari Analisis Real Madrid vs Borussia Dortmund: Die Borussen Belum Matang
  • Perayaan pemain Muenchen di Camp Nou (Getty Images/Mike Hewitt)



    Ditulis oleh: Yoga Cholandha


    Sang Tiran telah tumbang. Tanpa ampun, gerombolan pasukan elit Bavaria itu mengobrak-abrik istana megah Sang Tiran dari Catalunya. Barcelona, penguasa persepakbolaan Eropa dalam lima tahun terakhir dipaksa menyerah tanpa syarat oleh Bayern Muenchen. Semi final leg kedua rupanya hanya menjadi taburan cuka dan garam di luka menganga milik Barcelona dari hasil bentrokan leg pertama di Fussball Arena Muenchen.

    Barcelona tunduk dengan skor 0-3 dan harus menerima kenyataan pahit bahwa mereka gagal melaju ke babak final Liga Champions 2012/13 dengan kekalahan agregat 0-7. Ya, mereka gagal memasukkan satu gol pun dan harus menerima tujuh gol bersarang di gawang Victor Valdes, sebuah situasi yang sangat tidak familiar bagi Barcelona. Ini adalah situasi di mana Bayern Muenchen memaksa Barcelona merasakan apa yang biasa lawan mereka rasakan: didikte dan dipermalukan.

    Kemenangan dua leg atas Barcelona di kompetisi Eropa ini membuat Bayern Muenchen sanggup menyamai

    Selengkapnya »dari Analisis Barcelona vs Bayern Muenchen: Muenchen Adalah Barcelona versi 2.0
  • Javi Martinez, Lionel Messi (Getty Images/Boris Streubel)


    Ditulis oleh: Adityo Nugroho


    Masih adakah peluang Barcelona di leg kedua semi final Liga Champions musim 2012/2013 melawan Bayern Muenchen, Kamis (2/5) dinihari WIB? Meski kans itu tetap ada, akan membutuhkan sesuatu yang fenomenal untuk menjegal jalan Bayern dalam menapaki partai final Liga Champions ketiga mereka dalam empat tahun terakhir ini mengingat mereka memiliki defisit empat gol.

    Jika melihat pada rekor membalikkan keadaan terbesar di kompetisi ini, mungkin Barca bisa melihat pencapaian Deportivo La Coruna di babak perempat final pada 2004 silam. Ketika itu, mereka mampu mengalahkan AC Milan tahun 2004 lalu dengan skor 4-0 setelah dalam laga pertama di San Siro menyerah 1-4.

    Bagi pelatih Bayern, Juup Heynckes, kekalahan tragis juga pernah ia alami di babak ketiga Piala UEFA di 1986. Ketika itu, tim asuhannya, Borussia Moenchengladbach dikalahkan Real Madrid 0-4 di Santiago Bernabeu padahal di laga kandang pertama sudah mengantongi keunggulan 5-1.

    Jadi, Heynckes tahu betul

    Selengkapnya »dari Prediksi Barcelona vs Bayern Muenchen: Gol Cepat yang Krusial

Penomoran Halaman

(50 Artikel)

Blog Olahraga

Yahoo! Indonesia di Facebook

Aktivitas Teman