Tak aneh jika harapan paling besar ada di pundak Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir serta Muhammad Rijal/Debby Susanto saat mereka tampil di Piala Sudirman 2013. Merekalah yang paling diandalkan. Kontribusi satu poin dari mereka tetap penting dalam penampilan di kejuaraan beregu yang akan berlangsung di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, mulai 19 Mei 2013 ini.
Tontowi/Liliyana patut diandalkan setelah sederet gelar juara yang sudah diraih sepanjang kuartal pertama tahun 2013 ini. Salah satu yang paling mencengangkan adalah gelar juara beruntun di ajang All England (2012-2013) serta tiga gelar beruntun India Terbuka Super Series (2011-2013). Akan menjadi pertanyaan besar jika kemudian mereka sulit menyumbang poin saat berhadapan dengan India di laga perdana Grup A.
Satu poin dari Tontowi/Liliyana ataupun Rijal/Debby bisa saja menjadi penyuntik semangat rekan-rekan mereka di perjuangan menghadapi India. Ada kemungkinan partai ganda campuran menjadi partai pembuka. Pasalnya, India dipasok oleh
Selengkapnya »dari Tangan Kanan Sir Alex Ferguson
Ditulis oleh: Aditya Nugroho
Sepanjang karirnya di Manchester United, Sir Alexander Chapman Ferguson telah bekerja bersama tujuh orang asisten. Merekalah yang memberi rekomendasi sekaligus menjadi teman berdiskusi Fergie terkait taktik ataupun susunan pemain yang akan diturunkan dalam pertandingan.
Sebagai tim dengan prestasi yang stabil dan telah menancapkan citra mereka ke seluruh penjuru dunia, para asisten ini juga memiliki peran yang tidak sedikit dalam perjalanan karir Fergie. Berikut kisah-kisah mereka:
Archie Knox (1986-1991)
Knox adalah asisten pertama Fergie di United. Mereka sudah bekerja sama sejak Fergie menukangi Aberdeen. Kisah Knox selama 5 tahun di United belumlah diwarnai dengan kesuksesan karena Fergie butuh tujuh tahun sebelum meraih titel juara liga pertamanya. Meski demikian, Knox ikut membantu Fergie meraih trofi pertamanya bersama United di ajang Piala FA musim 1989/1990.
Brian Kidd (1991-1998)
Kidd adalah mantan pemain United tahun ’60-an, memainkan 203 lagaUjian Teknologi Mata Elang di Piala Sudirman 2013
Oleh Ezther Lastania | Arena – Sel, 14 Mei 2013 14:41 WIB
Selengkapnya »dari Ujian Teknologi Mata Elang di Piala Sudirman 2013
Pada kejuaraan beregu seperti Piala Sudirman, tekanan mental pemain bisa lebih mendera ketimbang kejuaraan perseorangan. Sebab, mereka seakan-akan punya tanggung jawab lebih besar karena bermain untuk tim, bukan mencari kemenangan sendiri. Tak heran bila urusan apakah kok masuk atau tidak amatlah penting.
Namun, lewat teknologi mata elang (instant-review technology), tekanan mental itu bisa sedikit dikurangi. Bila tidak percaya dengan keputusan hakim haris, pemain bisa meminta melihat tayangan ulang jatuhnya kok (seperti yang biasa terjadi di tenis).
Pada Piala Sudirman 19 Mei 2013 di Kuala Lumpur, Malaysia, teknologi ini akan diujicoba oleh Federasi Bulutangkis Dunia (BWF). Setelah itu teknologi mata elang akan benar-benar dipakai di Indonesia Terbuka Superseries Premier bulan Juni mendatang.
Kehadiran teknologi mata elang memang tidak serta-merta membuat keadaan langsung jauh lebih baik. Namun, inilah salah satu cara yang bisa digunakan sebagai pemacu kepercayaan diri pemain.Sir Alex Ferguson: Perjalanan Karir Sang Guru
Oleh Football Fandom | Arena – Sel, 14 Mei 2013 13:39 WIB
Selengkapnya »dari Sir Alex Ferguson: Perjalanan Karir Sang Guru
Ditulis oleh: Sirajudin Hasbi
Tanpa banyak isyarat, Alex Ferguson mengundurkan diri sebagai manajer Manchester United. Walaupun sudah waktunya — dan memang Sir Alex tak bisa selamanya jadi manajer United — tetap saja berita ini membuat sedih penggemar sedunia.
Waktu 26 tahun tidaklah sebentar untuk ukuran pelatih yang menangani klub elit. Di era sepak bola modern yang serba instan, belanja pemain besar-besaran dan gonta-ganti pelatih adalah lumrah. Sementara itu, konsistensi dan kesetiaan selama 26 tahun semakin sulit kita temui.
Bukan pemain hebat tetapi pelatih paling fenomenal
Alex Ferguson sempat menjadi pemain sepak bola. Tetapi karirnya biasa saja. Namun, ketika memutuskan menjadi pelatih, dunia seakan berubah baginya dan ada jalan lapang yang menjadikannya sebagai salah satu pelatih paling fenomenal yang pernah ada.
Sir Alex mengawali karir kepelatihannya di St. Mirren pada 1974-1978, dan berhasil membawa klub ini juara Divisi 1 Liga Skotlandia pada musim 1977. Keberhasilannya iniPrediksi AC Milan vs AS Roma: Duel Dua Penyerang Tajam
Oleh Football Fandom | Arena – Jum, 10 Mei 2013 18:40 WIB
Selengkapnya »dari Prediksi AC Milan vs AS Roma: Duel Dua Penyerang Tajam
Ditulis oleh: Aditya Nugroho
Kompetisi Serie A musim 2012/2013 tinggal tersisa dua laga lagi. Juventus telah memastikan gelar scudetto pada giornata atau pekan ke-35 kala bersua Palermo. Di tempat kedua, Napoli juga telah memantapkan posisi mereka pekan lalu. Keunggulan tujuh angka atas Milan di posisi ketiga dalam sisa dua pertandingan membuat posisi mereka tidak mampu dikejar lagi oleh Rossoneri.
Lalu, hal seru apakah yang tersisa dari Serie A?
Tentu saja ada dua hal yang masih ditunggu-tunggu para tifosi, yaitu satu tiket ke kualifikasi Liga Champions dan kepastian tim mana saja yang akan lolos ke kompetisi Eropa. Selain itu, pertarungan untuk menyelamatkan diri dari jerat degradasi, atau dikenal sebagai salvezza juga menarik untuk ditunggu.
Pertandingan seru pekan ke-37 antara AC Milan melawan AS Roma yang akan berlangsung Senin (13/5) dini hari WIB nanti di Stadion San Siro menghadirkan kedua tim yang sama-sama berniat mengamankan posisi. Bagi Roma, kemenangan akan mengamankan
Selengkapnya »dari Kompleks Jakabaring Tak (Boleh) Mati
Di Indonesia, apa yang terjadi selepas perhelatan besar semacam Pekan Olahraga Nasional atau SEA Games? Yup, biasanya stadion olahraga serta sarana penginapan kerap menjadi bahan liputan media. Bukan karena sisa-sisa kemegahan, melainkan karena terbengkalai.
Kompleks Olahraga Jakabaring di Sumatera Selatan mencoba melepaskan diri dari nasib seperti itu. Sarana olahraga yang dibangun (dan pertama kali digunakan) untuk SEA Games 2011 itu ingin terus berguna dan menjadi tempat berlangsungnya rangkaian kegiatan olahraga — apa pun levelnya.
Pemerintah daerah beserta komite olahraga telah bekerjasama menciptakan peluang di kompleks olahraga seluas 325 hektare dan senilai Rp2,2 triliun itu. Hasilnya? Beberapa kejuaraan lokal dan internasional telah jadi agenda rutin di Jakabaring.
Piala Dunia Waterski dan Wakeboard, misalnya, akan diselenggarakan pada awal Mei 2013 ini. Kejuaraan ini sudah memasuki penyelenggaraan kedua setelah sempat berlangsung di tempat yang sama pada November 2012.Coulibaly Djibril: Penyerang dengan Teknik Komplet
Oleh Football Fandom | Arena – Jum, 10 Mei 2013 16:54 WIBDitulis oleh: Sirajudin Hasbi
Selengkapnya »dari Coulibaly Djibril: Penyerang dengan Teknik Komplet
Pertandingan antara PSPS Kampar vs Barito Putra, Sabtu (27/4) lalu seolah-olah menjadi ajang pembuktian penyerang Barito asal Mali, Coulibaly Djibril. Bagaimana tidak, di laga itu dia bisa mencetak empat gol dan memberi kemenangan 5-2. Inilah gol terbanyak dalam satu pertandingan yang berhasil dicetak oleh Barito Putra sejauh ini di Liga Super Indonesia 2013.
Dalam pertandingan, Coul - nama panggilannya - membuktikan dia lihai dalam mengobrak-abrik pertahanan lawan. Gol pertamanya didahului dengan mengecoh tiga bek PSPS sebelum menghujam gawang Fance Hariyanto dengan tendangan kaki kanan terukur. Gol ketiga dan keempatnya semakin menunjukkan kepandaiannya menggiring bola dan mengelabui pemain lawan.
Tendangannya keras dan punya akurasi yang cukup baik. Data @labbola menunjukkan dalam pertandingan tersebut, Coul berhasil melakukan delapan kali percobaan tendangan ke arah lawan. Empat diantaranya tepat sasaran dan kesemuanya menghasilkan gol.
Predator diMengintip Pembinaan Pemain Muda di Spanyol dan Jerman
Oleh Football Fandom | Arena – Sel, 7 Mei 2013 18:45 WIB
Selengkapnya »dari Mengintip Pembinaan Pemain Muda di Spanyol dan Jerman
Ditulis oleh: Sirajudin Hasbi
Kehadiran Real Madrid, Barcelona, Bayern Muenchen dan Borussia Dortmund di semifinal Liga Champions menunjukkan supremasi Spanyol dan Jerman di dunia sepak bola Eropa. Bagaimana dua negara ini meraih kejayaan itu? Jawabannya adalah program pembinaan pemain muda.
Dalam tulisan ini, kami akan bercerita mengenai dua akademi sepak bola terbaik di Spanyol (La Masia dan Madrid Castilla) dan peran federasi Jerman dalam membina pemain muda melalui kerja sama dengan klub, perguruan tinggi dan elemen lain.
La Masia
La Masia adalah salah satu akademi terdepan di Spanyol. Berdiri pada akhir dekade 1970-an, akademi ini merupakan ide seorang Belanda bernama Johan Cruyff ketika dia mulai bermain untuk Barcelona. La Masia mengacu ke akademi Ajax Amsterdam, almamater Johan Cruyff.
Sebuah gedung tua di dekat Camp Nou diubah fungsinya menjadi asrama kadet yang dididik bermain sepak bola dengan baik dan benar — tanpa melalaikan kewajiban sekolah formal.
Hasil pendidikan LaGigi Meroni: Seniman, Pesolek dan Olahragawan Dalam Satu Tubuh
Oleh Football Fandom | Arena – Sel, 7 Mei 2013 17:20 WIBDitulis oleh: Aditya Nugroho
Selengkapnya »dari Gigi Meroni: Seniman, Pesolek dan Olahragawan Dalam Satu Tubuh
Jauh sebelum David Beckham dan Cristiano Ronaldo menjadi ikon sepak bola dengan penampilan dan gaya hidup ala selebritas, dunia telah mengenal beberapa pemain legendaris yang memiliki tingkah seperti itu.
Andalan Brasil tahun 1950-an, Garrincha, adalah pemain hebat yang juga terkenal kontroversial. Pemain sayap kanan dengan giringan bola mantap ini membawa Brasil memenangi dua Piala Dunia tahun 1958 dan 1962. Pemain yang namanya diambil dari sebuah spesies burung ini dikenal sebagai pecandu alkohol dan hidup dengan banyak wanita.
Lain lagi dengan George Best. Pemain sayap kiri asal Irlandia Utara ini dianggap salah satu pemain terbaik dunia yang belum pernah mencicipi turnamen besar antar negara (Piala Eropa dan Piala Dunia). Selain permainan briliannya di lapangan kala membela Manchester United di tahun 1963 hingga 1974, Best juga dikenal sebagai pecandu alkohol, pesolek dan suka berganti-ganti pasangan.
“Sembilan puluh persen uang yang saya dapat sayaTragedi Superga, Akhir dari Sebuah Generasi Emas
Oleh Football Fandom | Arena – Sen, 6 Mei 2013 16:31 WIB
Selengkapnya »dari Tragedi Superga, Akhir dari Sebuah Generasi Emas
Ditulis oleh: Aditya Nugroho
Meski bukan yang tertua di dunia, kompetisi sepak bola Liga Italia tetap dianggap sebagai kompetisi klasik yang sudah berjalan sejak 1898 silam. Sebelum kompetisi dengan format Serie A bergulir yang dimulai pada1929, kompetisi sepak bola Italia menggunakan sistem turnamen regional.
Secara total, Juventus menjadi pengumpul gelar juara terbanyak kompetisi negeri ini. Gelar asli yang mereka miliki sebanyak 31 buah sebelum dua gelar dicopot setelah skandal calciopoli. Di bawah Juve, muncul AC Milan dan Inter Milan yang mengikuti dengan 18 gelar.
Selanjutnya, tercipta jarak yang cukup besar soal pengumpul terbanyak gelar juara liga karena di bawah trio tersebut baru muncul Genoa yang mengumpulkan sembilan gelar. Di bawah Genoa, terdapat tiga klub yang mengumpulkan tujuh gelar yaitu Torino, Bologna dan Pro Vercelli.
Baik Torino, Bologna maupun Pro Vercelli merajai Liga Italia di masa lampau. Sebelum Serie A bergulir, Genoa dan Pro Vercelli adalah tim terbaik.
Terpopuler
Galeri Foto
Blog Olahraga
Manuel Neuer dan Roman Weidenfeller: Konsentrasi Penuh!
Kedua klub Jerman akan bertemu di final Liga Champions dan memakai jasa kiper negeri sendiri. Manuel Neuer di pihak Bayern Muenchen, sementara Roman Weidenfeller di sisi Borussia Dortmund. Lainnya »
Arena - Jum, 17 Mei 2013 15:19 WIBThomas Mueller Vs Robert Lewandowski: Beda Tipe Tapi Sama Tajam
Membandingkan seorang gelandang dengan penyerang tentu bukan hal yang lumrah. Tetapi, jika gelandang itu adalah Thomas Mueller maka itu menjadi hal yang bisa dimaklumi. Sementara Robert Lewandowski Lainnya »
Arena - Jum, 17 Mei 2013 14:07 WIBMampukah David Moyes?
Riwayat karir David Moyes memang tidak mentereng (tidak seperti Jose Mourinho yang bergelimang gelar). Selama 11 tahun di Everton, tidak ada satu gelar pun yang mampu dipersembahkan Moyes untuk The Lainnya »
Arena - Jum, 17 Mei 2013 11:55 WIB








